KPAI Mencatat Sekitar 6.900 Laporan Pelanggaran Hak Anak.
- 23 Jul 2026 20:15 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Jangan menunggu anak terluka baru negara datang bantu. Pastikan mereka tumbuh sehat, aman, bahagia, dan siap menghadapi masa depan,"
RRI. CO. ID - Jakarta. Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini jadi momen penting buat kita semua mengecek kembali, seberapa aman dan nyaman tempat tumbuh kembang anak-anak kita di Indonesia.
Selama tiga tahun terakhir, KPAI mencatat ada sekitar 6.900 laporan pelanggaran hak anak. Masalahnya makin beragam: mulai dari kesulitan pengasuhan, kekerasan di sekolah, sampai bahaya yang mengintai di dunia maya. Anak-anak sekarang menghadapi hal-hal seperti tekanan bikin cemas, kecanduan, manipulasi, dan barang-barang yang seharusnya tidak boleh didapat malah gampang sekali diakses. Belum lagi data Kemenkes menunjukkan hampir 1 dari 10 anak terindikasi punya masalah kesehatan jiwa seperti cemas dan sedih berlebih.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengingatkan: sampai sekarang kita seringkali baru bertindak kalau sudah ada yang jadi korban. Padahal seharusnya negara lebih dulu menyiapkan segala sesuatunya biar anak tidak terancam sama sekali.
"Biarkan anak tumbuh wajar apa adanya. Yang harus dibenahi dan diatur itu lingkungan sekitarnya. Singkirkan dulu semua bahayanya," ujarnya.
Yang perlu disiapkan antara lain memperkuat peran keluarga, sekolah yang benar-benar aman, dunia maya yang sehat, layanan kesehatan jiwa yang mudah didapat, serta aturan yang selalu mengutamakan kepentingan anak. KPAI juga menekankan pengawasan ketat di dunia maya supaya anak terhindar dari gangguan maupun eksploitasi.
Semua pihak mulai dari pemerintah, sekolah, dunia usaha, sampai keluarga diajak bahu-membahu mewujudkan tempat yang aman buat anak. Karena perlindungan anak adalah kunci biar nanti benar-benar lahir Generasi Emas Indonesia tahun 2045.
"Jangan menunggu anak terluka baru negara datang bantu. Pastikan mereka tumbuh sehat, aman, bahagia, dan siap menghadapi masa depan,"
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....