Pemprov DKI Jakarta Beton Jalan Kebon Sirih karena Kondisi Tanah Tak Stabil
- 21 Jul 2026 20:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan mengganti konstruksi Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dari aspal menjadi beton setelah hasil evaluasi menunjukkan kondisi tanah di kawasan tersebut tidak stabil sehingga menyebabkan jalan berulang kali mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi dan pemeriksaan menggunakan teknologi georadar.
“Jadi Kebon Sirih itu jalannya setelah kita aspal beberapa bulan lalu selalu bleeding aspalnya. Selalu rusak. Setelah kita evaluasi, setelah kita pakai georadar, tanahnya ini labil,” kata Heru di Balai Kota Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Heru, kondisi tanah yang tidak stabil membuat lapisan aspal cepat mengalami kerusakan meski baru beberapa bulan selesai diperbaiki. Karena itu, pemerintah memilih menggunakan konstruksi beton yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi tersebut.
Perbaikan jalan dilakukan sepanjang 345 meter. Saat ini pekerjaan masih difokuskan pada bagian tengah jalan sebelum dilanjutkan ke sisi lainnya. “Kan sekarang masih yang tengah kita kerjain. Nanti yang tengah selesai, kita ke pinggir,” ujarnya.
Heru menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan Jalan Kebon Sirih dapat rampung pada September 2026.
Ia menambahkan, metode pembetonan juga akan diterapkan di ruas jalan lain apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi tanah yang serupa.
“Kalau memang ada jalan seperti itu ya akan kita tangani,” katanya.
Perbaikan Jalan Kebon Sirih dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Namun, Heru belum mengungkapkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....