Ratusan Siswa SMA Ikuti Edukasi Sadar Bencana dari BPBD Jakarta, saat MPLS

  • 16 Jul 2026 08:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ratusan siswa baru SMA Negeri 36 Jakarta mengikuti edukasi kebencanaan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, disingkat MPLS, pada Rabu, 15 Juli 2026. Melalui kegiatan yang digelar BPBD DKI Jakarta, murid dibekali pengetahuan mitigasi bencana untuk memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Sebanyak 228 murid baru kelas 10 mengikuti edukasi yang dikemas melalui penyampaian materi dan praktik langsung. Edukasi tersebut bertujuan membekali para murid dengan pengetahuan dan keterampilan dasar keselamatan.

Saat ditemui di lokasi, Petugas BPBD Korwil Jakarta Timur, Hasanudin Yordanius Tomina mengatakan, siswa dikenalkan teknik penyelamatan diri saat gempa bumi, penggunaan alat pelindung diri ketika beraktivitas di air, cara evakuasi saat banjir, dan penyebab banjir di DKI Jakarta.

"Murid-murid apabila terjadi bencana, saya harapkan bisa melakukan yang sudah kami edukasikan, yaitu jangan panik dan melakukan teknik berlindung drop, cover, hold on dengan melindungi kepala dan leher sampai gempa dinyatakan selesai. Setelah itu baru melakukan evakuasi ke titik kumpul. Semoga ilmu itu bisa ditularkan kepada keluarga, saudara, teman-teman, dan kerabat," kata Hasanudin.

Hasan menyebut para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mempraktikkan teknik perlindungan diri yang diajarkan. Salah satu murid baru, Rafa Thurayya, mengaku edukasi tersebut menambah pemahamannya mengenai langkah awal yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana.

“Ya bagus sih, karena kita diajarin, terus habis itu pemaparan juga kepada murid. Jadi setidaknya buat pengetahuan pertolongan pertama kalau misalkan ada fenomena alam yang berbahaya. Ya lebih paham, kan diajarin," ujar Rafa.

Sementara itu, salah satu Guru PPG PJOK M. Puad Hasim, yang ikut mengatur kegiatan MPLS tersebut mengatakan pihak sekolah mengundang BPBD DKI Jakarta karena materi kesiapsiagaan bencana dinilai penting diberikan kepada murid agar siswa mengetahui langkah yang tepat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan sekolah maupun di tempat lain.

"Harapannya siswa lebih mandiri, lebih percaya diri, dan nggak takut ketika ada gempa ataupun bencana lainnya. Karena itu tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, sehingga siswa memiliki pemahaman betul terkait bagaimana mengatasi penanganan bencana ketika di sekolah maupun di ruang terbuka," kata Puad.

Dari informasi yang dihimpun RRI Jakarta, edukasi kebencanaan serupa diselenggarakan BPBD DKI Jakarta di berbagai sekolah di seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat selama pelaksanaan MPLS. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga rangkaian MPLS berakhir pada Jumat, mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....