Rail Clinic KAI Layani 250 Warga di Karawang, 30 Siswa Dapat Kacamata
- 15 Sep 2026 08:01 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- PT KAI Daop 1 Jakarta menyelenggarakan Rail Clinic dan Rail Library gratis di Stasiun Karawang pada Senin 14 September 2026 sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
- Layanan kesehatan gratis ini melayani 250 warga dari Kelurahan Nagasari dan Karangpawitan yang berada di sekitar wilayah operasional stasiun.
- Rail Clinic disediakan melalui kereta khusus yang dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan lengkap untuk memudahkan akses masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar layanan kesehatan gratis melalui Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Karawang, Senin 14 September 2026. Kegiatan tersebut melayani 250 warga dari Kelurahan Nagasari dan Karangpawitan yang berada di sekitar stasiun.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan Rail Clinic merupakan bagian dari kepedulian KAI terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Layanan kesehatan tersebut disediakan secara gratis melalui kereta khusus yang dilengkapi sejumlah fasilitas pemeriksaan.
"Melalui Rail Clinic, KAI menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tanpa dipungut biaya. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar Stasiun Karawang," ujar Franoto.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 247 peserta mendapatkan layanan kesehatan. Pelayanan meliputi 211 pemeriksaan poli umum, 20 layanan kesehatan ibu dan anak, 16 pemeriksaan gigi, serta satu pemeriksaan mata.
Selain pemeriksaan kesehatan, 30 peserta mendapatkan layanan pemeriksaan laboratorium sederhana dan 227 peserta menerima pelayanan farmasi serta obat. KAI juga membagikan kacamata gratis kepada 30 siswa SDN Nagasari yang membutuhkan alat bantu penglihatan.
"Kacamata gratis diberikan berdasarkan kebutuhan para siswa. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kesehatan mata sekaligus membantu mereka mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman," kata Franoto.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian paket makanan tambahan kepada 20 ibu hamil dan paket dental kids kepada 30 anak. Tenaga kesehatan KAI turut memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, kebersihan gigi dan mulut, serta pencegahan penyakit menular.
Sebanyak 30 peserta mendapatkan penyuluhan mengenai kebersihan gigi dan mulut. Sementara edukasi mengenai pencegahan tuberkulosis (TBC), termasuk etika batuk dan bersin, diberikan kepada 50 peserta.
Menurut Franoto, Rail Clinic menjadi salah satu upaya KAI memanfaatkan sarana perkeretaapian untuk menjangkau masyarakat dengan layanan sosial. Ia mengatakan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar jalur dan wilayah operasional KAI.
"Kereta api tidak hanya hadir sebagai sarana transportasi, tetapi juga membawa manfaat sosial. Melalui Rail Clinic, fasilitas kesehatan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, KAI juga menghadirkan Rail Library sebagai sarana edukasi dan literasi. Sebanyak 30 pengunjung, terutama anak-anak, memanfaatkan koleksi bacaan dan mengikuti kegiatan belajar di dalam kereta.
KAI turut memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada masyarakat. Warga diimbau mematuhi rambu di perlintasan sebidang dan tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api.
"Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk menaati aturan di perlintasan sebidang dan tidak menjadikan jalur kereta api sebagai tempat beraktivitas," tutur Franoto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....