Meski Ramai Pembeli, Pedagang Alat Tulis di Asemka Akui Omzet Merosot 20 Persen
- 08 Jul 2026 19:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Meski Pasar Asemka, Jakarta Barat dipadati warga untuk berburu perlengkapan sekolah jelang tahun ajaran baru, namun para pedagang mengaku omzet tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Salah seorang pedagang buku dam alat tulis di Pasar Asemka, Noval menyampaikan bahwa omzet penjualannya pada musim masuk sekolah tahun ini turun hampir 20 persen.
“Untuk penjualan saat ini memang ramai karena mau tahun ajaran baru. Tapi kalau dibandingkan sama tahun kemarin ini menurun. Penurunannya drastis, hampir 20 persen,” kata Noval saat ditemui di lapaknya, Rabu, 8 Juli 2026.
Noval mengatakan, jika pada tahun lalu ia mampu meraih pendapatan antara Rp30 juta hingga Rp50 juta per hari, kini omzet tertinggi yang diperoleh hanya sekitar Rp30 juta.
“Tahun lalu sehari bisa sampai Rp30 juta sampai Rp50 juta. Kalau sekarang paling besar Rp30 juta. Jadi selisih omzetnya bisa Rp20 juta sehari,” ujarnya.
Ia pun menduga penurunan penjualan itu dipengaruhi oleh adanya bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada sebagian siswa, sehingga kebutuhan membeli alat tulis menjadi berkurang.
“Kayaknya sudah ada bantuan dari sekolahan sebagian orang. Pulpen, buku, biasanya sudah pada dapat dari sekolah,” tuturnya.
Ia juga menilai tren belanja daring bukan menjadi penyebab utama turunnya penjualan. Menurutnya, harga perlengkapan sekolah di platform online justru cenderung lebih mahal karena adanya biaya tambahan dari aplikasi.
“Kalau di online justru lebih mahal karena ada potongan biaya aplikasi,” katanya.
Selain menghadapi penurunan omzet, para pedagang juga harus menghadapi kenaikan harga pasokan, terutama untuk produk buku. Noval menyebut harga buku terus mengalami kenaikan secara berkala akibat pasokan dari pusat yang tidak stabil.
“Ada kenaikan harga, hampir lima hari sekali naik. Dari harga Rp40 ribu naik jadi Rp45 ribu, Rp50 ribu, sampai Rp60 ribu. Mungkin karena barangnya agak susah dari pusat,” jelasnya.
Meski demikian, buku tulis, pulpen, dan pensil masih menjadi barang yang paling banyak dicari pembeli. Untuk mengantisipasi kenaikan harga sekaligus menghindari penumpukan stok, ia memilih membatasi jumlah barang yang didatangkan.
“Kalau untuk saat ini nyetok enggak banyak. Paling lima dus per hari, tapi alhamdulillah habis,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....