Penumpang Keluhkan Area Pintu Lama Stasiun Tanah Abang Rawan Kriminal

  • 12 Agt 2026 22:25 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Area pintu keluar lama Stasiun Tanah Abang dikeluhkan penumpang karena masih rawan tindak kriminal seperti pencopetan dan pemalakan.
  • Keluhan tersebut menyebar luas di media sosial setelah seorang pengguna KRL mengumumkan imbauan dari pengemudi ojek online untuk menghindari lokasi tersebut terutama pada malam hari.
  • Pedagang dan pengemudi ojek online yang beroperasi di sekitar lokasi membenarkan adanya kejadian kriminal, dengan penumpang baru menjadi target utama karena belum mengenal kondisi lingkungan sekitar.

RRI.CO.ID, Jakarta – Area pintu keluar lama Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikeluhkan penumpang karena dinilai masih rawan tindak kriminal seperti pencopetan dan pemalakan. Keluhan tersebut sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial setelah seorang pengguna KRL mengaku mendapat imbauan dari pengemudi ojek online agar menghindari lokasi tersebut, terutama pada malam hari.

Sejumlah pedagang dan pengemudi ojek online yang beraktivitas di sekitar lokasi juga membenarkan adanya kejadian kriminal di kawasan tersebut. Mereka menyebut penumpang yang baru pertama kali datang ke Stasiun Tanah Abang kerap menjadi sasaran karena belum mengenali kondisi lingkungan sekitar.

Salah satu Pedagang sekitar, Kirun (38), mengatakan aksi pencopetan di area tersebut sudah terjadi sejak sebelum kawasan stasiun direnovasi. Meski menurutnya jumlah kejadian belakangan berkurang, ia masih pernah mengetahui penumpang menjadi korban pencopetan.

"Dari dulu emang sering di sini, dari sebelum direnovasi. Kalau sekarang sebenernya mah udah berkurang kayaknya, karena banyakan yang turun di sana (pintu baru)," kata Kirun, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pengemudi ojek online, Wahyu (37), juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, sejumlah penumpang pernah mengaku kehilangan barang setelah keluar melalui akses lama Stasiun Tanah Abang.

"Ah iya itu, di yang turunan lama tuh, emang sering itu dari dulu, sampai sekarang enggak berubah. Tahu-tahu ada penumpang cerita 'gua kecopetan bang' minta tolong," ujar Wahyu.

Ia mengimbau penumpang menggunakan titik penjemputan atau shelter ojek online yang resmi dan lebih ramai. Menurutnya, lokasi tersebut relatif lebih terang serta mudah dipantau petugas keamanan.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Gambir Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengecek kondisi di sekitar Stasiun Tanah Abang. "Saya pelajari dan dalami dulu ya," kata Iqbal.

Sementara itu, Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan meminta pengguna jasa tetap waspada ketika berada di area Stasiun Tanah Abang. "KAI Commuter mengimbau kepada pengguna yang akan naik dari Stasiun Tanah Abang untuk berhati-hati dan waspada terhadap tindakan mencurigakan yang mengarah ke kriminalitas," kata Leza.

Leza menjelaskan, penambahan penerangan di luar area stasiun menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. KAI Commuter memastikan keamanan di dalam area stasiun tetap menjadi perhatian petugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....