Pemkot Jakbar Rapikan Kabel Udara Semrawut di Kusuma Raya Sepanjang 1,5 Kilometer

  • 01 Jul 2026 16:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan penataan kabel udara semrawut sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Kusuma Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat mengerahkan 18 personel satgas dan terdapat 5 personel vendor sekaligus 6 operator utilitas yang turut membantu proses penertiban.

Pengendali Prasarana dan Sarana Utilitas Kota (PSUK) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Suhadi mengarakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemprov DKI dalam merelokasi jaringan utilitas kabel udara ke bawah tanah.

“Kami dari Sudin Bina Marga Jakarta Barat melaksanakan relokasi jaringan utilitas yang ada di kabel udara di wilayah Jalan Kusuma Raya sepanjang kurang lebih 1.500 meter,” ujar Suhadi saat ditemui di lokasi, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Suhadi, penataan ini dilakukan lantaran masih banyaknya kabel udara yang sumrawut dan bergelantungan di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Barat. Kondisi inipun kerap memicu keluhan masyarakat melalui aduan langsung maupun aplikasi CRM.

“Maka dari itu kami dari Sudin Bina Marga bertekad untuk merapikan semua kabel udara yang semrawut di wilayah Jakarta Barat,” ujar Suhadi.

Dia menjelaskan, kegiatan penataan kabel di Jalan Kusuma Raya ini merupakan lokasi keempat dari total enam titik penataan kabel udara di Jakarta Barat yang masuk dalam tahapan program tahun 2025.

Sebelumnya, kata Suhadi, penataan telah dilakukan di wilayah Kalideres, Kembangan, Kebon Jeruk, dan Palmerah. Sementara dua lokasi lainnya yang akan ditindaklanjuti berasa di Jalan Puri Kembangan dan Jalan Katamso, Palmerah.

“Jadi tahun 2025 itu ada 6 lokasi. Ini yang keempat jadi masih sisa 2 lokasi lagi. Dua lokasi lagi itu adanya di Jalan Puri Kembangan, terus Jalan Katamso, Palmerah. Jadi habis ini mungkin minggu depan lanjut,” katanya.

Ia menambahkan, panjang penataan kabel di setiap wilayah berbeda-beda, tergantung kondisi dan kebutuhan lapangan. Bahkan, penataan terpanjang pernah dilakukan di wilayah Kalideres dengan panjang mencapai lima kilometer.

“Beda-beda panjangnya. Ada yang dua kilometer, ada yang satu setengah kilometer. Yang paling panjang itu di Kalideres, sekitar lima kilometer,” ujarnya.

Ia menuturkan, relokasi dilakukan agar ke depan tidak ada lagi kabel udara yang menggantung di atas jalan. Menurutnya, seluruh jaringan utilitas direncanakan akan dipindah ke bawah tamah sesuai remcana Pemprov DKI Jakarta.

“Mudah-mudahan kecelakaan-kecelakaan yang diakibatkan dari kabel udara yang semrawut itu bisa terhindar lah gitu, ya. Di samping itu kan supaya estetika keindahan ini bisa terjaga,” imbuhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....