Jelang 500 Tahun Jakarta, Pramono Ajak Warga Perangi Sampah
- 23 Jun 2026 13:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh warga menjadikan persoalan sampah sebagai gerakan bersama menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Menurutnya, masalah sampah tidak boleh menjadi warisan yang membebani generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Pramono seiring upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan perkotaan, termasuk ancaman perubahan iklim.
“Persoalan sampah tidak boleh menjadi beban yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, gerakan pilah sampah terus didorong sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah, lingkungan, dan ruang-ruang kehidupan sehari-hari,” kata Pramono, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menegaskan keberhasilan Jakarta memasuki usia lima abad tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga lingkungan dan mewariskan kota yang lebih layak huni kepada generasi selanjutnya.
Menurut Pramono, Jakarta memiliki sejarah panjang dalam menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap masa depan ibu kota dan terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kota.
“Jakarta selalu mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan warganya. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga persatuan dan mengambil peran dalam pembangunan kota,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, Pemprov DKI juga tengah bersiap menghadapi dampak perubahan iklim yang diperkirakan semakin kompleks. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan berdampak pada ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov DKI menjalankan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari penambahan ruang terbuka hijau, pembangunan kawasan resapan air, perluasan akses air bersih, pengendalian banjir, hingga pengembangan program urban farming.
Pramono menilai upaya menjaga keberlanjutan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus bekerja secara responsif dan adaptif agar warga dapat beraktivitas dengan nyaman sekaligus memastikan Jakarta terus melangkah menuju masa depannya,” katanya.
Pramono berharap semangat menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari budaya warga Jakarta. Dengan demikian, transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya ditandai oleh kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....