Masyarakat Betawi Minta Perhatian Nyata menuju Jakarta Global

  • 22 Jun 2026 18:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Betawi meminta perhatian yang lebih nyata dalam pembangunan Jakarta menuju status kota global. Harapan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499 yang dinilai menjadi momentum memperkuat peran masyarakat adat Betawi.

Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung menilai pembangunan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya mencerminkan karakter kota global yang inklusif. Menurutnya, pembangunan modern masih terkonsentrasi di kawasan pusat bisnis dan belum merata hingga ke kampung-kampung Betawi.

Eki mengatakan kawasan seperti Rawabelong, Condet, Kampung Melayu, Mampang, hingga Cakung perlu memperoleh perhatian yang lebih besar. Ia berharap pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur megah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.

“Jakarta hari ini yang dianggap sudah menjadi kota global masih jauh dari standar kota global menurut saya,” kata Eki saat wawancara bersama Pro 1, Senin 22 Juni 2026. Ia menilai wajah kota global masih dominan terlihat di kawasan Sudirman, Thamrin, dan Kuningan.

Menurut Eki, konsep Jakarta sebagai kota global berbudaya harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat Betawi. Ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak cukup diwujudkan melalui seremoni dan ornamen semata.

“Kami mengapresiasi tagline Jakarta kota global yang berbudaya, tetapi jangan hanya berhenti pada seremoni dan ornamen,” ujarnya. Ia menegaskan perhatian terhadap pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan sumber daya manusia Betawi harus menjadi prioritas.

Eki juga menyoroti minimnya perhatian terhadap pelaku seni dan budaya Betawi yang selama ini menjaga identitas daerah. Banyak kelompok kesenian tradisional yang dinilai kesulitan mendapatkan ruang tampil dan dukungan berkelanjutan.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh legendaris Betawi yang pernah berjasa memperkenalkan budaya daerah ke tingkat nasional. Menurutnya, regenerasi seniman Betawi membutuhkan dukungan nyata agar warisan budaya tetap hidup di tengah modernisasi Jakarta.

Selain sektor budaya, Eki mendorong adanya program khusus bagi masyarakat Betawi di bidang pendidikan dan ekonomi. Ia menilai pemerintah dapat menyediakan skema beasiswa maupun program pemberdayaan yang lebih terarah bagi generasi muda Betawi.

“Apakah pemerintah sudah memberikan peluang kepada anak-anak Betawi untuk mendapatkan prioritas pendidikan yang lebih tinggi? Kami melihat hal itu belum ada,” katanya. Ia berharap kebijakan afirmatif dapat membantu masyarakat Betawi bersaing di era globalisasi.

Menjelang usia lima abad Jakarta pada tahun mendatang, Eki berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih konkret kepada masyarakat adat Betawi. Ia menegaskan kemajuan Jakarta sebagai kota global harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat asli yang menjadi bagian penting sejarah dan identitas ibu kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....