Festival Budaya Betawi Perdana Digelar di Cempaka Putih Barat
- 08 Agt 2026 17:32 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Festival Budaya Betawi diselenggarakan pertama kali di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat pada Sabtu 8 Agustus 2026.
- Kegiatan ini merupakan inisiatif masyarakat sendiri, bukan semata-mata program pemerintah atau usulan birokrasi.
- Festival berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya Betawi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat setempat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Festival Budaya Betawi untuk pertama kalinya digelar di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Sabtu 8 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Camat Cempaka Putih Igan Muhammad Faisal mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat, bukan semata-mata program pemerintah. “Ini bukan semata-mata ujug-ujug ada. Bukan usul lurah, bukan usul camat. Usul dari masyarakat itu sendiri,” kata Igan.
Menurut Igan, aspirasi warga kemudian mendapat dukungan dari berbagai unsur hingga Festival Budaya Betawi dapat terlaksana. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin dan dikembangkan hingga tingkat kecamatan.
Igan menilai pelestarian budaya penting dilakukan di tengah perkembangan Jakarta yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang. “Jakarta tidak hanya dihuni oleh satu suku, tetapi berbagai macam suku. Dan itu harus kita jaga, harus kita rawat,” ujarnya.
Selain pelestarian budaya, Igan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Ia meminta warga ikut mengawasi titik rawan pembuangan sampah dan menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengatakan ide kegiatan tersebut bermula dari aspirasi warga saat dirinya melakukan reses di RW 7 Cempaka Putih Barat. “Memang ide acara ini bermula ketika reses saya di RW 7. Ada permintaan bahwa diadakan kegiatan untuk menjaga budaya Betawi,” ujar Basri.
Festival tersebut diisi berbagai kegiatan, mulai dari lomba tari, lomba vokal, bazar UMKM hingga pelayanan publik. Basri mengatakan kegiatan itu tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya Betawi,” ucapnya.
Basri berharap Festival Budaya Betawi dapat digelar setiap tahun dengan skala yang semakin besar. Ia juga mendorong kegiatan serupa diterapkan di kelurahan lain di Kecamatan Cempaka Putih agar pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat semakin luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....