Pramono Anung Resmikan Penataan Jl Rasuna Said Jakarta
- 21 Jun 2026 16:30 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan penataan Jl. HR Rasuna Said di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 21 Juni 2026. Proyek penataan tersebut mengubah kawasan yang dulunya masih terdapat tiang monorel yang mangkrak, menjadi sebuah ikon baru yang lebih rapi dan tertata.
Peresmian tersebut juga menandai diaktifkannya kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan di kawasan baru tersebut.
Dalam acara tersebut sekaligus meresmikan penamaan Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas.
“Penamaan halte ini sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi dan integritas di ruang publik strategis,” ujarnya.
Selain menghadirkan ruang kota yang lebih baik, Pramono berharap penataan kawasan ini sekaligus mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai integritas, budaya, dan keberlanjutan.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan naming right Halte Setiabudi Integritas Satu," ujar Pramono.
Penataan Jl. HR Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer ini menelan anggaran sebesar Rp91 miliar. Sebanyak 109 tiang monorel pun telah dibongkar dan dirapikan serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
"Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi," ungkapnya.
Selain menata kawasan tersebut, Gubernur Pramono juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan aliran Kali Cideng yang berada di sepanjang Jl. HR Rasuna Said.
Sementara terkait hak penamaan Halte Setiabudi Integritas, Pramono menjelaskan bahwa pembangunannya tidak menggunakan dana APBD, melainkan dari pembiayaan kreatif atau creative financing.
Penamaan halte ini merupakan wujud komitmen kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Pembiayaannya sepenuhnya dari naming right dan juga iklan yang ada. Sehingga inilah sebagai cara bagaimana Jakarta membangun kotanya, tidak semata-mata bergantung pada APBD tetapi kita berikan kesempatan naming right untuk itu," ujarnya Pramono.
Sementara itu, Kadis Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, proses pembongkaran 109 tiang monorel ini diselesaikan dalam waktu satu bulan. Sebelum dilakukan penataan, Jl. HR Rasuna Said terbagi menjadi dua jalur, yakni jalur cepat dan jalur lambat yang memiliki perbedaan elevasi.
Kemudian setelah dilakukan penataan, kondisi jalan menjadi lebih luas dan rata, sekaligus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kemudahan akses masyarakat, termasuk pedestrian.
"Trotoar yang kami bangun sudah komplit semua, baik jalan dan trotoarnya sudah ada bangku juga kami siapkan di sini. Jadi kalau yang mau berjalan sudah mau istahat ada di bangku ini, kemudian utilitas juga sudah kami pindahkan," kata Heru.
Sementara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto mengapresiasi komitmen dan upaya Pemprov DKI dalam mewujudkan Jakarta yang lebih nyaman.
Terkait hak penamaan Halte Setiabudi Integritas, Setyo menyebut hal ini merupakan wujud kolaborasi antara KPK dengan Pemprov DKI. Ia pun berharap, halte ini bisa menjadi salah satu edukasi masyarakat untuk menjaga integritas dan perilaku antikorupsi.
"Harapan saya dengan sebuah penamaan yang menunjukkan identitas itu bisa menjadi sebuah memori kolektif. Orang akan mengingat, orang akan menjaga, ya akan melakukan sesuatu hal yang positif sesuai dengan namanya," ujar Pramono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....