Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pengeroyokan Maut di Tempat Biliar Grogol

  • 11 Jun 2026 21:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Polisi berhasil menangkap tiga dari delapan pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria bernama Diko Milandika (28) meninggal dunia di sebuah tempat biliar di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan mengatakan, penangkapan para pelaku merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi pascakejadian.

“Diketahui tiga dari delapan pelaku yang sudah kita identifikasi berhasil kita amankan, bersama dengan tim Resmob Polres Metro Jakarta Barat,” kata Alexander kepada wartawan di Mapolsek Grogol Petamburan, Kamis, 11 Juni 2026.

Alexander menyebut, tiga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial NA, AE, dan MLS.

Dari ketiga pelaku tersebut, dua orang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) atau di bawah umur, sedangkan satu pelaku lainnya merupakan orang dewasa.

“Dari antara ketiga pelaku ini, dua status anak dan satu status dewasa. Kemudian, pelaku ditangkap di daerah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Adapun satu diserahkan dari pihak keluarganya,” ujarnya.

Alexander menyebut, dalam proses penyelidikan, pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pengeroyokan tersebut.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan di antaranya rekaman CCTV di lokasi kejadian, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa itu terjadi,” kata Alexander.

Hingga saat ini, kata Alex, polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 262 ayat (4) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Insiden penganiayaan yang merenggut nyawa seorang pria bernama Dico Milandika (28) di tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diduga bermula dari masalah sepele, yakni saling tatap antar pengunjung.

Kakak korban, Mita, menceritakan bahwa kejadian itu bermula ketika pacar korban melihat seorang perempuan lain di lokasi tersebut. Mita menyebut, tak disangka ternyata tatapan itu memicu kemarahan dari perempuan itu.

“Nah, setelah itu ceweknya Dico disamperin sama cewe yang diliatin, ditanya, ‘Lu ngapain ngeliatin gue?’ gitu. Nah, terus si ceweknya bilang, ‘Enggak, gua enggak melihatin.’ Tiba-tiba itu langsung ditonjok. Ceritanya sih seperti itu, ditonjok bagian hidungnya,” kata Mita saat ditemui di kediamannya, Senin, 18 Mei 2026.

Melihat kejadian itu, korban langsung berusaha untuk membela pacarnya dan menanyakan alasan pemukulan itu. Namun, ternyata situasi menjadi lebih panas setelah cekcok yang melibatkan lebih banyak orang hingga berujung pengeroyokan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, korban sempat mengalami pemukulan sebelum akhirnya terjatuh dari lantai dua lokasi kejadian.

“Sempat dipukulin sih. Kan CCTV juga sudah banyak ya. Ya sempat dipukulin. Nah, jatuhnya itu enggak tahu karena kedorong kah, atau emang sengaja didorong, atau gimana saya juga enggak tahu ya jatuhnya,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....