Bentrok Matraman, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku

  • 27 Jul 2026 11:09 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam bentrok yang terjadi di Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu, 26 Juli 2026.
  • Bentrok yang bermula dari perselisihan antara sekelompok orang dan warga di kawasan Matraman mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka, dan aksi saling lempar batu.
  • Aparat gabungan TNI dan Polri memperketat pengamanan di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pascainsiden bentrokan antarkelompok warga yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam bentrok Matraman di kawasan Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu korban mengalami luka, dan hingga Senin, 27 Juli 2026, aparat masih memperketat pengamanan untuk mencegah bentrokan susulan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bentrokan bermula dari perselisihan antara sekelompok orang dan warga di kawasan Matraman. Perselisihan kemudian meluas hingga Jalan Tambak sehingga memicu aksi saling lempar batu.

"Perselisihan itu berlanjut hingga ke Jalan Tambak dan mengakibatkan aksi saling lempar batu. Kami langsung melakukan pengamanan dan mengevakuasi para korban," ujar Reynold, Senin, 27 Juli 2026.

Akibat kejadian tersebut, dua korban berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan medis. Korban berinisial K yang berusia 23 tahun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara K. Saat ini kami fokus mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa tersebut dan menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata Reynold.

Ia menjelaskan, tiga orang berinisial S, T, dan U telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi, korban yang mengalami pemukulan, serta kerusakan gerobak dagangan dalam insiden tersebut.

Pengamanan ketat masih dilakukan di sepanjang Jalan Tambak hingga Jalan Matraman Raya. Sedikitnya delapan kendaraan operasional kepolisian disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif. (Foto: polri.go.id)
200 Personel Gabungan Disiagakan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dipublikasi laman mediahub.polri.go.id, bentrokan dipicu perselisihan yang berawal ketika dua pengendara sepeda motor melintas di depan gerobak nasi uduk milik seorang pedagang bernama Rusdi sambil menggeber kendaraan. Teguran dari pedagang dan warga sekitar berujung pada perselisihan hingga kedua pengendara kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga melakukan perusakan terhadap gerobak, yang kemudian memicu bentrokan antarkelompok.

Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat Inspektur Polisi Dua Erlyn Sumantri mengatakan sebanyak 200 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia masih disiagakan di kawasan Jalan Tambak hingga Jalan Matraman Raya. Pengamanan diperketat untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

"Untuk jumlah pengamanan di objek sekitar Menteng, sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Menteng," ujar Erlyn.

Di lokasi, aparat menempatkan sedikitnya delapan kendaraan operasional kepolisian, personel Korps Brigade Mobil, dua unit ambulans, serta satu unit kendaraan water cannon sebagai langkah antisipasi. Hingga Senin pagi, kondisi di sepanjang Jalan Tambak dan Jalan Matraman Raya dilaporkan aman, sementara penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab bentrokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....