Kasus DBD di Kembangan Turun dalam Dua Tahun, Kasudinkes: Metode Wolbachia Efektif

  • 09 Jun 2026 20:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyampaikan hingga hingga 7 Juni 2026, tercatat hanya tiga kasus DBD di wilayah tersebut.

Menurut Sahruna, penurunan ini salah satunya berkaitan dengan penerapan metode Wolbachia yang mulai dijalankan sejak 2024.

“Berdasarkan data per 7 Juni 2026, kasus DBD di Kecamatan Kembangan baru tercatat tiga kasus. Sementara pada Juni 2025 terdapat 49 kasus dan pada Juni 2024 sebanyak 42 kasus,” ujar Sahruna saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penurunan juga terjadi pada akumulasi kasus selama Januari hingga Mei. Pada periode tersebut, jumlah kasus DBD tahun 2026 tercatat sebanyak 89 kasus, jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada Januari hingga Mei 2025 terdapat 227 kasus DBD, sedangkan pada periode yang sama tahun 2024 mencapai 377 kasus,” katanya.

Ia mengatakan , berdasarkan angka Incidence Rate (IR) tahun 2026, Kecamatan Kembangan kini berada di peringkat ketujuh kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat.

Posisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibanding beberapa tahun sebelumnya ketika wilayah itu menjadi salah satu daerah dengan angka kasus tertinggi.

Ia menilai penurunan kasus DBD dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan hingga berbagai program pengendalian nyamuk yang dilakukan pemerintah.

Salah satu program yang dinilai berkontribusi besar adalah penerapan metode Wolbachia.

“Betul, penurunan kasus ini dipengaruhi oleh metode Wolbachia,” ujar Sahruna.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai meluncurkan program pengendalian DBD melalui nyamuk ber-Wolbachia di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara pada Oktober 2024.

Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program tersebut karena pada 2023 memiliki angka kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat dengan Incidence Rate (IR) mencapai 54,1 per 100 ribu penduduk.

Setelah pelaksanaan di Kembangan Utara, program pelepasan nyamuk ber-Wolbachia kemudian diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kecamatan Kembangan, yakni Kelurahan Kembangan Selatan, Meruya Utara, Meruya Selatan, Joglo, dan Srengseng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....