Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta Inklusif dan Terkoneksi

  • 05 Jun 2026 21:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama untuk mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing global. Strategi tersebut mencakup perluasan inklusi keuangan, penguatan UMKM, akses pembiayaan perumahan, serta peningkatan kepercayaan investasi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Agus H. Widodo dalam kegiatan Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan yang menjadi rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Agus, pembangunan Jakarta masa depan tidak hanya diukur dari keberadaan gedung pencakar langit, infrastruktur transportasi modern, atau perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Yang lebih penting adalah terciptanya keterhubungan antara seluruh elemen yang ada di kota, mulai dari warga, pelaku usaha, pemerintah, hingga investor.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, jika MRT Jakarta berperan sebagai Mobility Operating System, sementara Transjakarta menjadi platform mobilitas publik dan PAM Jaya mengelola sistem layanan air, maka Bank Jakarta ingin mengambil peran sebagai Financial Operating System yang menghubungkan berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat Jakarta.

Strategi pertama yang diusung adalah memperluas inklusi keuangan dengan memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan berbasis digital. Agus mengakui masih banyak masyarakat yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal sehingga perlu mendapat perhatian serius.

Strategi kedua adalah memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga harus mencakup integrasi ke ekosistem digital, perluasan akses pasar, dan penguatan rantai pasok usaha.

“UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” katanya.

Selain itu, Bank Jakarta juga akan mendorong housing inclusion atau perluasan akses pembiayaan perumahan. Agus menilai kepemilikan rumah yang terjangkau masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Jakarta sehingga perlu didukung melalui skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.

Strategi keempat adalah investment enablement dengan membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Menurut Agus, pembangunan kota global tidak dapat hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah, tetapi membutuhkan dukungan investasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menegaskan pentingnya prinsip no one left behind dalam setiap proses transformasi digital dan pembangunan kota. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, dan keluarga muda yang tengah berupaya memiliki rumah pertama.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” katanya.

Agus menambahkan, peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) saat ini tidak lagi terbatas sebagai entitas bisnis semata, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem pembangunan yang mampu memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan,” ujar Agus.

Melalui empat strategi tersebut, Bank Jakarta berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tangguh, cerdas, kompetitif secara global, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....