Kelurahan Kebon Sirih Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Tingkat Rumah

  • 12 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kelurahan Kebon Sirih melaksanakan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga melalui penyediaan tempat sampah berdasarkan jenisnya di RT 013/RW 03.
  • Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah.
  • Hingga saat ini, 23 dari 50 rumah di RT 013 telah mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber, menunjukkan partisipasi warga yang terus berkembang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mendorong warga untuk memilah sampah sejak dari rumah, melalui penyediaan tempat sampah berdasarkan jenisnya. Langkah tersebut salah satunya diterapkan di RT 013/RW 03, sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah.

Lurah Kebon Sirih, Henny Mahrojah, mengatakan bahwa gerakan tersebut berawal dari inisiatif pengurus RT yang ingin meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah. Dari sekitar 50 bangunan di RT 013, sebanyak 23 rumah saat ini telah mulai memilah sampah.

“Gerakan ini diinisiasi oleh Pak RT sendiri. Ketika kami sedang memonitor penjualan bank sampah di RW 03 bersama LH, Pak RT menginformasikan bahwa di RT 013 beberapa rumah sudah memiliki kompos cair,” kata Henny, Selasa 11 Agustus 2026.

Kelurahan kemudian mendukung gerakan tersebut dengan menyediakan empat jenis tempat sampah untuk memudahkan warga melakukan pemilahan. Keempatnya untuk sampah organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun atau B3.

Henny menjelaskan sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos maupun pupuk cair. Sementara sampah anorganik dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah yang telah berjalan di RW 03.

“Untuk sampah organiknya langsung dibuat kompos cair atau pupuk cair. Di RW 03 juga ada bank sampah dan aktif penjualannya melalui kolaborasi dengan LH Kecamatan,” ujarnya.

Ke depan, pengelolaan sampah di RT 013 tidak hanya mengandalkan komposter. Kelurahan juga akan mengenalkan metode lain, seperti budidaya maggot dan pemanfaatan biopori.

Selain pemilahan sampah, pengurus RT dan RW 03 mengusulkan pengembangan kawasan tersebut menjadi gang hijau. Henny mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait penyediaan tanaman obat keluarga atau toga serta tanaman lainnya.

“Kami akan berkolaborasi bersama RW, RT dan SKPD terkait dengan gang hijau untuk menyumbangkan tanaman toga maupun yang lain-lain,” kata Henny.

Ia berhara, praktik pemilahan dan pengolahan sampah di RT 013 dapat diterapkan di wilayah lain di Kebon Sirih. Menurutnya, gerakan tersebut penting untuk membangun kebiasaan warga dalam mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya.

Sementara itu, Ketua RT 013, Gunawan, mengatakan bahwa pengurus wilayah mulai bergerak setelah mengikuti pelatihan pengelolaan sampah beberapa bulan sebelumnya. Pengurus kemudian menyiapkan wadah pemilahan serta mengolah sampah organik menjadi pupuk.

“Kami langsung bergerak. Kami kumpulkan apa-apa yang dianggap tidak bermanfaat oleh masyarakat. Setelah jadi, kami buat tong-tong pemilahan sampah,” ujar Gunawan.

Gunawan mengakui mengubah kebiasaan warga dalam memilah sampah membutuhkan proses. Karena itu, pengurus RT terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar gerakan tersebut dapat dilakukan secara konsisten.

“Memang agak berat, agak susah. Cuma bagaimana pun sudah tugas kita sebagai RT. Kita terus saja sampai tiap hari memberikan pemahaman,” katanya.

Ketua RW 03 Abdul Johar menambahkan, seluruh RT di wilayahnya telah mulai bergerak dalam pengelolaan sampah, meski penerapannya memiliki kecepatan yang berbeda. Ia menilai, langkah RT 013 dapat menjadi contoh untuk mendorong RT lainnya melakukan gerakan serupa.

“Dari RT 013 ini kita bisa tularkan ke RT yang lain. Kita tentunya ingin wilayah kita bersih,” ujar Abdul.

Abdul berharap pendekatan secara bertahap dapat meningkatkan partisipasi warga dalam menjalankan program pemilahan sampah. Ia optimistis keterlibatan masyarakat akan semakin luas apabila edukasi dilakukan secara berkelanjutan.

“Dengan pendekatan kita pelan-pelan, saya yakin InsyaAllah mereka akan tertarik untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, sehingga persoalan sampah di wilayah ini dapat segera teratasi dengan baik,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....