Tradisi Kurban di Maroko Jadi Inspirasi Kepedulian Sosial Umat

  • 29 Mei 2026 13:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi perayaan Idul Adha di Maroko dinilai dapat menjadi inspirasi dalam membangun kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Dosen Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniri Banda Aceh sekaligus Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar, Dr. Arif Fadilah, LCMA, Dr. Membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Maroko selama 12 tahun, mulai dari jenjang S1 hingga S3. Ia mengatakan suasana Idul Adha di negara tersebut sangat berbeda dibandingkan Indonesia karena masyarakat Maroko menempatkan Hari Raya Kurban sebagai perayaan besar yang sangat dinantikan.

“Di Maroko, Idul Adha menjadi hari raya yang sangat besar. Hampir seluruh masyarakat berusaha membeli hewan kurban setiap tahunnya, meskipun kondisi ekonomi mereka sederhana,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Maroko memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya ibadah kurban. Bahkan, banyak warga yang menabung sepanjang tahun demi bisa membeli kambing atau domba untuk dikurbankan saat Idul Adha.

“Walaupun secara fikih hukumnya sunah muakkadah, masyarakat di sana sangat menjaga tradisi kurban. Mereka rela menabung sedikit demi sedikit agar tetap bisa berkurban,” ucapnya.

Dr. Arif menilai semangat tersebut menunjukkan bahwa kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga bentuk solidaritas sosial yang hidup di tengah masyarakat. Ia mengaku merasakan langsung suasana kebersamaan dan kepedulian antarwarga selama tinggal di Maroko.

“Kami sebagai orang asing di sana juga merasakan keberkahan Idul Adha. Tetangga sering membagikan daging kurban, bahkan membantu menyimpan daging karena kami tidak punya kulkas,” katanya.

Selain memperkuat hubungan sosial, tradisi kurban di Maroko juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurut Dr. Arif, momentum Idul Adha menciptakan aktivitas ekonomi musiman yang melibatkan banyak sektor usaha kecil.

“Mulai dari peternak, penjual kayu bakar, pembuat alat masak dari tembikar, hingga jasa pengasah pisau semuanya ikut merasakan manfaat ekonomi dari Idul Adha,” kata Arif.

Ia menambahkan, semangat berbagi dalam kurban menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama kepada warga yang kurang mampu.

“Momentum Idul Adha mengajarkan kita untuk mengurangi ego dan meningkatkan kepedulian sosial. Bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi bagaimana kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Dr. Arif mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana mempererat solidaritas sosial dan menumbuhkan budaya berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kurban, kita belajar bahwa keberkahan hidup hadir ketika kita mampu berbagi dan peduli terhadap sesama,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....