Idul Adha Jadi Momentum Bangun Solidaritas dan Ekonomi Umat

  • 29 Mei 2026 13:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Momentum Hari Raya Idul Adha dinilai tidak hanya sebagai ibadah ritual tahunan semata, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas sosial dan menggerakkan ekonomi umat. Hal tersebut disampaikan Dosen Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniri Banda Aceh sekaligus Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar, Dr. Arif Fadilah, LCMA dalam program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Jakarta, Kamis 28 Mei 2026.

Menurut Dr. Arif, ibadah kurban mengajarkan umat Islam untuk merelakan sebagian harta yang dimiliki demi kepentingan bersama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Esensi ibadah kurban adalah merelakan apa yang kita punya. Jadi bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga mengorbankan ego dan menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam perspektif ekonomi syariah, harta yang sesungguhnya dimiliki seseorang adalah harta yang dibagikan kepada orang lain, bukan yang ditimbun. Karena itu, Islam mendorong umat untuk berbagi melalui zakat, sedekah, maupun kurban agar keberkahan rezeki dapat dirasakan bersama.

“Harta yang kita keluarkan itulah yang bernilai keberkahan. Dengan berbagi, kita membantu masyarakat yang kurang beruntung sekaligus menciptakan pemerataan kesejahteraan,” katanya.

Dr. Arif juga menilai perayaan Idul Adha memiliki dampak ekonomi yang luas di tengah masyarakat. Tidak hanya peternak hewan kurban yang merasakan manfaat, tetapi juga pelaku usaha kecil lain seperti penjual bumbu, plastik, hingga perlengkapan memasak.

“Momentum Idul Adha menciptakan perputaran ekonomi. Banyak sektor yang ikut bergerak dan saling terhubung sehingga ekonomi masyarakat ikut hidup,” jelasnya.

Selain itu, pembagian daging kurban dinilai turut membantu pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya pencegahan stunting, terutama bagi warga yang jarang mengonsumsi daging dalam keseharian.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arif juga menyoroti tantangan masyarakat modern yang cenderung konsumtif dan mudah tergoda praktik ekonomi yang tidak sesuai syariah seperti pinjaman online berbasis riba dan judi online.

Ia mengingatkan pentingnya membangun kesadaran mencari rezeki halal dan berkah, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, bekerja dan mencari nafkah tidak semata-mata untuk mengejar ketenaran atau materi duniawi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah.

“Kita harus menanamkan bahwa mencari rezeki juga bagian dari ibadah. Jadi bukan hanya sukses dunia, tetapi juga sukses akhirat,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Dr. Arif mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan mengikis sikap individualisme di tengah kehidupan modern.

“Melalui Hari Raya Kurban ini mari kita korbankan ego dan keakuan kita, lalu meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” kata Arif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....