Di Balik Tembok Tua Cilincing, Tersimpan Kisah Para Veteran

  • 18 Mei 2026 08:34 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta – Di sudut pesisir Jakarta, berdiri sebuah bangunan kokoh yang menyimpan memori panjang sejarah Indonesia. Bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda ini bukan sekadar monumen, melainkan rumah tuan tanah Cilincing yang saat ini berubah fungsi menjadi rumah bagi puluhan keluarga purnawirawan TNI.

Pak Sugiyo (72), salah satu penghuni tertua, mengisahkan bagaimana keluarganya mulai menempati gedung tersebut pada tahun 1961. Ayahnya, yang merupakan anggota Batalyon 10 dari Lapangan Banteng, dipindahkan ke lokasi ini oleh Kodam V Jaya karena situasi politik dan keamanan negara saat itu.

"Tahun 61 Bapak saya dikirim ke sini. Dulu gedung ini kosong, peninggalan Belanda. Awalnya di bawah naungan Kantor Koperasi Produksi Perikanan Bebas Tugas Kodam V Jaya," kenang Pak Sugiyo saat ditemui RRI Jakarta di lokasi. Minggu 17 Mei 2026.

Bangunan ini memiliki ciri khas arsitektur kolonial yang sangat kuat. Menggunakan material "besi citak" dan tembaga, struktur utama gedung ini tetap kokoh meski usianya sudah lebih dari satu abad.

Pak Sugiyo menyebutkan bahwa bagian atap genteng masih asli peninggalan Belanda, sementara beberapa bagian seperti atap asbes merupakan tambahan dari penghuni.

Meski telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, gedung ini tetap berfungsi sebagai hunian aktif. Berdasarkan keterangan RT setempat, terdapat sekitar 24 pintu atau unit yang kini dihuni oleh kurang lebih 30 Kepala Keluarga (KK).

Fasilitas di dalamnya pun unik, seperti penggunaan sumur bor peninggalan Belanda yang masih aktif hingga sekarang, serta kamar mandi yang sebagian besar masih digunakan secara komunal (bersama).

"Dulu di sini lapangan luas, sejauh mata memandang tidak ada rumah lain, tembus ke sana-sini. Keamanan juga sangat ketat, orang luar tidak sembarangan bisa masuk. Sekarang sudah jauh lebih terbuka dan ramai," kata Pak Sugiyo menambahkan.

Transformasi gedung ini dari markas militer dan kantor koperasi menjadi hunian warga mencerminkan perjalanan sejarah yang dinamis. Walaupun lingkungan di sekitarnya telah berubah menjadi pemukiman padat dan perkantoran, Gedung Veteran ini tetap berdiri sebagai pengingat akan arsitektur masa lalu dan dedikasi para purnawirawan yang telah menjaganya selama tiga generasi.

Jejak Masa Kolonial di Pesisir Jakarta Utara

Pada 1930, Cilincing masih dipenuhi lahan perkebunan dan tambak. Di tengah bentang alam itu, berdirilah sebuah rumah besar milik tuan tanah lokal yang memiliki hubungan erat dengan pemerintahan kolonial. Bangunan ini dulu menjadi pusat aktivitas kontrol wilayah—tempat transaksi, diskusi, sekaligus simbol kekuasaan ekonomi di pesisir timur Batavia.

Arsitekturnya mencerminkan gaya kolonial tropis: jendela-jendela tinggi, ventilasi lebar, pilar kokoh, dan atap melandai yang dirancang untuk mengantisipasi panas serta angin laut. Di beranda, tempat para mandor dulu mencatat hasil panen, kini tinggal bayang-bayang kehidupan masa silam.

Dari Simbol Kekuasaan Menjadi Ruang Kesaksian

Waktu bergulir. Masa kolonial runtuh, perkebunan menyusut, dan Cilincing berubah menjadi kawasan urban yang padat. Namun rumah tua itu tetap berdiri, melewati pergantian rezim hingga kemerdekaan.

Pada dekade berikutnya, bangunan ini sempat terbengkalai. Catnya memudar, kayu-kayu tua berderik, dan halaman dipenuhi daun-daun kering. Warga sekitar menganggapnya rumah angker, terutama karena kesunyian yang menyelimuti malam.

Menjadi Rumah Bagi Para Veteran

Pada tahun 1961 Rumah Tuan Tanah di Cilincing dipulihkan fungsinya menjadi rumah veteran—tempat singgah dan aktivitas komunitas pejuang yang pernah mempertaruhkan nyawa untuk republik. Dari simbol dominasi kolonial, rumah ini kini menjadi ruang penghormatan atas mereka yang mengabdi pada tanah air.

Warga berharap status Cagar Budaya yang disematkan pada bangunan ini dapat menjamin kelestariannya tanpa menghilangkan fungsi sosialnya bagi para keluarga veteran yang telah menetap selama puluhan tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....