Dishub DKI Perkuat Pengaturan Lalin di Jalan Raya Bekasi hingga Cakung-Cilincing

  • 22 Jul 2026 22:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus memperkuat pengaturan lalu lintas (lalin) di sepanjang Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, menyusul kepadatan yang dipicu antrean truk menuju depo peti kemas. Rekayasa lalu lintas melalui penutupan sejumlah putaran balik (U-turn) akan dilanjutkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan kondisi lalu lintas di kedua arah mulai kembali normal setelah rekayasa lalu lintas diterapkan pada Rabu, 22 Juli 2026 malam. “Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC,” kata Budi.

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 19.30 WIB, arus kendaraan mulai bergerak normal dan kepadatan berangsur terurai.

Untuk mengantisipasi kemacetan kembali terjadi, Dishub DKI akan melanjutkan pengaturan lalu lintas pada Kamis, 23 Juli 2026 mulai pukul 15.00 WIB. Penutupan U-turn akan kembali diterapkan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) dengan melibatkan personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut, Dishub DKI mengerahkan sekitar 75 personel yang terdiri atas 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta 15 personel dari tingkat provinsi yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Selain mengatur arus kendaraan, petugas juga mengarahkan truk menuju Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi menunggu sementara apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.

Budi menjelaskan, kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut dipicu penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi dengan aktivitas ekspor. Kondisi itu menyebabkan kapasitas depo peti kemas menjadi penuh sehingga antrean truk meluas hingga ke ruas jalan.

“Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo,” ujarnya.

Dishub DKI memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing agar mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah tingginya aktivitas angkutan logistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....