BI Jakarta Buka Program Pendampingan JAWARA dan Export Coaching Program 2026

  • 12 Mei 2026 22:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta resmi membuka rangkaian Program Pendampingan JAWARA dan Export Coaching Program (ECP) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Program tersebut menjadi strategi memperkuat daya saing UMKM Jakarta agar mampu menembus pasar internasional di tengah ketatnya persaingan perdagangan global.

Program tersebut digelar melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari PPEJP Kementerian Perdagangan RI, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, OJK Jabodebek, hingga Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Sinergi lintas lembaga dilakukan untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, hingga membuka peluang ekspor bagi pelaku UMKM.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli mengatakan pengembangan UMKM menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan sektor riil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, perubahan preferensi pasar dan dinamika perdagangan global menuntut UMKM untuk terus beradaptasi. Pelaku usaha dinilai perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat mutu produk, membangun branding, memanfaatkan digitalisasi, hingga memenuhi standar pasar internasional.

“UMKM harus mampu bertransformasi agar tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global,” kata Lily.

Menurut Lily, Program JAWARA sendiri dirancang sebagai skema pengembangan UMKM secara end-to-end. Pendampingan mencakup onboarding digital, penguatan praktik bisnis berkelanjutan, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, hingga akses pasar ekspor.

“Antusiasme pelaku usaha terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 879 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 352 UMKM dinyatakan lolos mengikuti JAWARA Go-Onboard. Selanjutnya, masing-masing 40 UMKM terpilih untuk mengikuti pendampingan intensif pada program JAWARA Go-Sustain, Go-Tourism, dan Go-Export,” ujarnya.

Sementara itu, Export Coaching Program (ECP) Tahun 2026 diikuti oleh 122 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 UMKM dipilih untuk mendapatkan pendampingan ekspor intensif hingga September 2026.

Lebih lanjut Lily menjelaskan, selain JAWARA dan ECP pihaknya juga memperkuat ekosistem UMKM melalui sejumlah program lain. Di antaranya program Citra Nusa yang berfokus pada pengembangan UMKM wastra dan kriya, serta program Cangkir Barista yang mendorong transformasi barista menjadi coffeepreneur.

“Berbagai kegiatan business matching pembiayaan dan ekspor juga akan digelar untuk mempertemukan UMKM dengan buyer domestik maupun internasional. Seluruh rangkaian program tersebut nantinya diperkuat melalui penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026 yang akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....