Pemprov DKI Siapkan Tarif Khusus Transjabodetabek Soetta–Blok M

  • 08 Mei 2026 18:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengumumkan tarif baru untuk layanan Transjabodetabek rute Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Blok M. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, pada Jumat 8 Mei.

Pramono menjelaskan bahwa penyesuaian tarif hanya akan berlaku khusus untuk rute Soetta–Blok M. Sementara itu, tarif layanan Transjakarta dan rute Transjabodetabek lainnya masih tetap sama, yakni Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB.

Dilansir dari antaranews.com, pada Jumat 8 Mei 2026 ada sejumlah alasan mengapa rute Bandara Soekarno-Hatta memerlukan tarif berbeda dibanding trayek lainnya. Salah satunya karena jarak tempuh yang cukup jauh, banyaknya titik pemberhentian, serta biaya operasional dan parkir yang lebih tinggi.

"Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain," ujar Pramono.

Pemprov DKI menilai penyesuaian tarif ini penting agar beban subsidi pemerintah terhadap operasional rute tersebut tidak terlalu besar. Meski demikian, hingga saat ini besaran tarif baru masih dalam tahap pembahasan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, rute Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta resmi diluncurkan pada 12 Maret 2026. Rute ini memiliki panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer dengan total 23 titik pemberhentian dan estimasi waktu perjalanan sekitar 121 menit.

Untuk mendukung operasional layanan tersebut, sebanyak 14 armada bus telah disiapkan dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10 hingga 20 menit. Bus pada rute ini juga dilengkapi fasilitas tempat penyimpanan koper guna memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang yang menuju atau dari bandara.

Kehadiran rute Soetta–Blok M diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi publik yang lebih terjangkau dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kemacetan menuju kawasan bandara.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....