Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Jakarta
- 05 Mei 2026 16:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di DKI Jakarta. Ancaman banjir rob juga perlu diantisipasi seiring meningkatnya risiko dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah wilayah di Jakarta kini berada dalam status pemantauan intensif menyusul meningkatnya potensi hujan ekstrem dan banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Cahya Amanah menjelaskan bahwa beberapa wilayah menjadi prioritas pengawasan.
“Wilayah yang menjadi prioritas pemantauan saat ini adalah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan sebagian Jakarta Barat, khususnya di daerah bantaran sungai,” ujar Cahya saat wawancara bersama Pro 1 Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Cahya menambahkan, beberapa aliran sungai seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung menjadi titik perhatian karena berpotensi meluap saat hujan ekstrem terjadi. Selain hujan lebat, ancaman banjir rob juga menjadi perhatian serius.
Berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena pasang maksimum air laut diperkirakan terjadi pada 1 hingga 8 Mei 2026. “Fenomena ini terjadi bersamaan dengan fase bulan baru, yang dapat meningkatkan ketinggian air laut dan berdampak pada wilayah pesisir utara Jakarta,” kata Cahya.
Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Muara Angke, Tanjung Priok, Marunda, Cilincing, hingga Kepulauan Seribu. Menurut Cahya, pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur pengendalian banjir, seperti waduk, embung, pompa air, hingga pintu air yang tersebar di berbagai titik.
“Beragam infrastruktur ini menjadi elemen penting dalam mengendalikan banjir, dan harus dipastikan berfungsi secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk distribusi bantuan logistik, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan seperti TNI dan Polri.
“Kami juga mengoptimalkan pemantauan cuaca dan tinggi muka air secara real-time, serta menyiapkan evakuasi jika diperlukan,” jelasnya.
Di sisi lain, peran masyarakat dinilai sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Peran terbesar justru ada pada masyarakat, misalnya dengan membersihkan saluran air, menyiapkan tas siaga bencana, dan mengikuti informasi resmi,” kata Cahya.
Sebagai penutup, BPBD mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk tetap waspada, tidak panik, dan terus memantau perkembangan informasi cuaca guna meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....