Pedagang Ikan di TPHP Cengkareng Keluhkan Penurunan Omzet hingga 90 Persen

  • 29 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kondisi Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) di Cengkareng, Jakarta Barat, kini jauh dari kata ramai. Pedagang mengaku mengalami penurunan drastis baik dari jumlah pengunjung maupun omzet penjualan, hingga 90 persen.

Berdasarkan pantauan RRI Jakarta, pada Rabu, 29 April 2026 siang, kondisi di pasar ikan hias itu sangat jarang dikunjungi oleh pengunjung. Aktivitas para pedagang pun hanya sekadar membersihkan akuarium ikan sambil menunggu datangnya pembeli.

Salah satu pedagang ikan hias di lokasi, Arif (21), mengatakan kondisi pasar tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Arif menyebut, aktivitas jual beli yang dulu bisa berlangsung setiap hari kini hanya ramai pada akhir pekan.

“Untuk kondisi pasar saat ini jauh berbeda dari dulu, dari penjualan hingga perputaran ikannya dulu cepat silih berganti. Kalau perbandingannya hampir 360 derajat, kalau sekarang mah kalau enggak weekend, ya kayak ginilah bisa dilihat sendiri, agak parah lah,” kata Arif saat ditemui di lokasi, Rabu.

Arif yang mulai berjualan sejak 2019 menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, TPHP Cengkareng menjadi salah saty pusat perdagangan ikan yang cukup mentereng. Namun, kata Arif, justru saat pandemi minat masyarakat terhadap ika hias sempat meningkat tajam.

“Malah puncaknya itu waktu Corona, tiap hari itu rame, dari ikan apa aja laku terkhusus ikan cupang, soalnya kebanyakan orang yang gabut waktu jaman Covid. Kalau setalah Corona itu mulai bertahap sepi hingga sekarang ini, yang bisa terbilang parah banget,” tuturnya.

Arif mengungkapkan, pada saat era Covid, harga ikan cupang melonjak tinggi hingga naik ratusan persen dari harga normal. Jika harga ikan cupang saat ini berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, pada masa itu bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per ekor.

“Itu emang dulu Corona ikan cupang bener-bener fantastis dari segi makanannya, alat-alatnya, terus makanan-makanannya gitulah ikan cupang meledak. Cupang yang sekarang Rp20 ribu, bisa dijual sampai Rp200 ribu, bahkan sepasang bisa Rp500 ribu,” ungkapnya.

Namun, ketika memasuki era pasca Covid-19, para pedagang di lokasi itu harus menerima kenyataan pahit. Arif menyebut, jika sebelumnya dalam sehari bisa melayani hingga 50-70 pelanggan, kini hanya sekitar 10 hingga 15 orang per hari.

“Itu sangat jauh, Mas. Dulu paling nggak itu sehari itu bisa satu lembar buku catatan, bisa satu setengah lah. Itu paling sepi. Kalau sekarang ibaratnya setengah itu ya udah alhamdulillah banget,” ujar Arif.

Lebih jauh Arif menyebut, pada masa kejayaan, dua tokonya bisa meraup omzet hingga Rp30 juta per hari. Namun, kini untuk mencapai Rp1 juta saja sudah menjadi capaian besar baginya.

Menurut Arif, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut yakni adanya perubahan perilaku konsumen yang beralih ke belanja online

“Sekarang orang lebih banyak beli online. Selain itu, kondisi tempat juga kurang terawat. Bangunannya sudah tua, ada yang bocor, penataan akuarium juga kurang rapi,” jelasnya.

Dia pun berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk melakukan pembenahan di kawasan TPHP Cengkareng agar kembali menarik minat pengunjung.

“Harapannya pemerintah bisa turun langsung, lihat kondisi di sini, mungkin diperbaiki dari segi bangunan, penataan, dan juga promosi supaya orang tertarik datang lagi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....