Bukan Dibeton, Warga Minta Persimpangan Pesing Jakbar Dipasang Lampu Merah
- 15 Sep 2026 15:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemasangan barrier beton di persimpangan kolong Fly Over (FO) Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menuai kritik dari warga dan sejumlah pengendara.
Pasalnya, menurut warga, pembatas beton tersebut dinilai malah menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama mereka yang hendak menyeberang menuju pasar di sekitar lokasi.
Warga sekitar, Risti (53) mengatakan, warga sebenarnya berharap persimpangan tersebut kembali dilengkapi lampu lalu lintas seperti sebelumnya.
Menurut Risti, keberadaan lampu merah akan memudahkan warga menyeberang sekaligus membantu pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Keinginannya sih dipasang lampu merah. Jadi bisa nyebrang, kan orang sini pada ke pasar dekat situ. Jadi susah kalau seperti ini,” kata Risti saat ditemui RRI Jakarta di lokasi, pada Selasa, 15 September 2026.
Menurut Risti, pemasangan barrier beton di lokasi itu memang membuat persimpangan tidak terlalu macet.
Namun, kata dia, kepadatan justru bergeser ke kawasan Jalan Tubagus Angke karena kendaraan harus mencari lokasi lain untuk berputar balik.
“Kalau pakai lampu merah enak, kalau nyebrang juga enak. Terus ke sana (kawasan Tubagus Angke) juga gampang. Kasihan para pedagang, harus muter jauh. Tadi banyak yang mengeluh, seperti tukang dawet dan tukang es,” katanya.
Risti mengaku, persimpangan tersebut sebenernya pernah dipasang lampu merah. Namun, ia tidak mengetahui alasan lampu lalu lintas itu kemudian tidak lagi digunakan.
“Awalnya kan lampu merah. Terus enggak tahu, semenjak ada Polres itu jadi dicopot, mungkin diambil lampu merahnya. Enggak tahu kenapa, enggak ngerti,” ujarnya.
Senada, pengendara motor, Alvin, menilai pemasangan barrier beton memiliki sisi positif lantaran dapat mencegah keberadaan pengatur lalu lintas tidak resmi atau Pak Ogah di persimpangan tersebut.
Meski demikian, menurut Alvin, rekayasa lalu lintas dengan barrier beton belum menjadi solusi yang efektif.
“Kalau untuk mencegah Pak Ogah memang bagus, jadi lebih tertib. Tapi menurut saya kurang efektif, karena kendaraan yang enggak bisa putar balik di sini akhirnya numpuknya di Tubagus Angke. Jadi macetnya pindah ke sana,” ujar Alvin.
Diberitakan sebelumnya, Petugas gabungan tiga pilar memasang barrier beton di ruas jalan kawasan lampu merah (TL) Pesing, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 14 September 2026.
Kanit Lantas Polsek Grogol Petamburan, AKP Arif Rahman Hakim mengatakan, kendaraan dari arah Green Garden dan Cengkareng yang hendak menuju Grogol kini dialihkan melalui Jalan Tubagus Angke.
“Untuk kegiatan hari ini kita gabung sama Tiga Pilar menutup jalur yang di Pesing, untuk rekayasa lalin supaya yang dari Green Garden, TL Green Garden bisa lancar,” kata Arif kepada wartawan di lokasi, Senin.
Menurut Arif, penutupan jalur juga dilakukan karena ruas tersebut sebelumnya kerap dikuasai sejumlah orang yang dikenal sebagai ‘Pak Ogah’.
Pasalnya, mereka kerap mengatur lalu lintas secara informal dan beberapa kali membuka pembatas jalan yang telah dipasang petugas.
“Jalan ini kita tutup dengan barrier beton, karena kalau kita tutup pakai barrier plastik, biasanya sama Pak Ogah itu dibuka. Kita antisipasi Pak Ogah supaya tidak membuka, pakai barrier beton,” ujarnya.
Arif menambahkan, petugas juga akan menertibkan ‘Pak Ogah’ yang kembali ditemukan di lokasi. Mereka yang diamankan akan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kita alihkan ke arah Tubagus Angke. Biasanya kan ‘Pak Ogah’ yang ada di sini kita tangkap, kita serahkan ke Dinas Sosial untuk diproses lebih lanjut supaya tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....