Harga BBM Naik, Pramono Dorong Masyarakat Gunakan Transportasi Umum
- 20 Apr 2026 14:59 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah strategis. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menegaskan pihaknya akan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum guna menekan penggunaan BBM nonsubsidi.
Pramono menyebut, pihaknya tengah merancang terobosan agar ketergantungan masyarakat terhadap BBM nonsubsidi dapat dikurangi secara bertahap. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi respons atas tren kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku sejak Sabtu, 18 April 2026.
“Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM nonsubsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum. Saya berharap, dorongan penggunaan transportasi publik tidak hanya menekan konsumsi BBM, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan di ibu kota,” kata Pramono, di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Pramono juga menegaskan bahwa kewenangan terkait harga BBM sepenuhnya berada di pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti setiap kebijakan yang telah ditetapkan tanpa melakukan intervensi harga.
“Untuk BBM adalah kewenangan pemerintah pusat sehingga berapapun penyesuaian harga BBM nonsubsidi, tentunya pemerintah DKI Jakarta mengikuti itu,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada subsidi dari pemerintah daerah bagi pengguna BBM nonsubsidi. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga konsistensi fiskal daerah sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi.
“Sedangkan untuk subsidi kepada pengguna tentunya pemerintah DKI Jakarta tidak akan melakukan,” ujarnya.
Diketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Sejumlah produk mengalami kenaikan signifikan, antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100. Sementara Dexlite meningkat menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter.
Meski demikian, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Selain itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green juga masih dipertahankan.
Penyesuaian harga tersebut dilakukan sesuai dengan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum yang disalurkan melalui SPBU. Langkah tersebut juga mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia serta biaya distribusi energi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....