Pramono Dorong Pasar Jakarta Lebih Bersih dan Nyaman

  • 06 Apr 2026 13:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya untuk membenahi kondisi pasar tradisional di ibu kota agar menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat. Instruksi tersebut disampaikan langsung kepada jajaran pengelola pasar, termasuk Perumda Pasar Jaya.

Saat meninjau kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026, Pramono meminta agar seluruh pasar di Jakarta dapat ditata dengan lebih baik sehingga mampu memberikan pengalaman berbelanja yang layak dan menyenangkan. Ia menekankan pentingnya perubahan nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya, mudah-mudahan semua pasar ini bisa betul-betul menjadi lebih bersih, lebih rapi, dan masyarakat bisa menikmati itu,” ujar Pramono.

Selain itu, Pramono secara khusus menyoroti persoalan pengelolaan sampah di pasar. Ia mengingatkan agar kasus penumpukan sampah seperti yang pernah terjadi di Pasar Kramat Jati tidak kembali terulang. Menurutnya, masalah tersebut harus segera ditangani secara serius dan cepat agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan maupun kenyamanan pengunjung. Ia pun telah menginstruksikan agar penanganan di lokasi tersebut segera diselesaikan.

“Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa saat ini Jakarta memiliki total 153 pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah provinsi akan mendorong program revitalisasi pasar secara bertahap guna meningkatkan kualitas fasilitas dan tata kelola.

Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pembangunan ulang dua pasar melalui peletakan batu pertama, yakni Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya. Proyek tersebut diharapkan menjadi contoh transformasi pasar tradisional yang lebih modern dan higienis. Dalam pengembangannya, kedua pasar tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk tempat pembuangan sampah sementara yang memadai untuk mencegah penumpukan limbah.

Pramono berharap, melalui pembenahan ini, pasar-pasar di Jakarta tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga mampu menjadi role model bagi daerah lain dalam menciptakan pasar yang bersih, tertata, dan ramah bagi masyarakat. Adapun pembangunan Pasar Kramat Jaya ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan, atau sekitar Januari 2027. Pemerintah optimistis proyek ini dapat menjadi titik awal perbaikan menyeluruh terhadap wajah pasar tradisional di ibu kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....