Bank Indonesia-Pemprov DKI Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema
- 02 Apr 2026 17:42 WIB
- Jakarta
RRI, Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong transformasi Jakarta menjadi kota sinema melalui penguatan ekosistem industri film dan ekonomi kreatif. Upaya tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Film Nasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa industri film merupakan salah satu subsektor unggulan ekonomi kreatif dengan potensi besar dan berdampak luas. Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya dukungan pembiayaan dari sektor perbankan terhadap industri perfilman.
“Selama puluhan tahun saya berkecimpung di dunia film, belum ada perbankan yang secara serius membiayai industri ini karena dianggap berisiko tinggi. Padahal, kekuatan utama industri kreatif adalah kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki nilai sangat besar,” ujar Rano.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang, dengan sekitar 85 persen merupakan penonton film Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki potensi ekonomi yang signifikan.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembentukan Jakarta Film Commission serta penguatan kebijakan fiskal untuk mendukung industri perfilman. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengalokasian dana insentif pajak tontonan.
“Kami masih memiliki dana insentif pajak tontonan sekitar Rp84 miliar yang akan dikembalikan kepada produser untuk mendorong produksi film. Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema. Dengan dukungan fiskal yang ada, saya yakin hal tersebut dapat terwujud,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui Jakarta Youth Film Festival. Kegiatan ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ajang bertaraf internasional di masa depan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menyatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan mencapai 9,42% (yoy) pada Semester I 2025.
“Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z (50,5%), generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan industri film memiliki multiplier effect yang luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti pariwisata, kuliner, fashion, dan transportasi. Selain itu, film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota sinema.
Ke depan, kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, serta seluruh unsur pentaheliks akan terus diperkuat guna membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Melalui langkah tersebuti, Jakarta tidak hanya diposisikan sebagai pasar industri film, tetapi juga sebagai pusat produksi dan lahirnya talenta-talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....