Habis Libur Panjang, Jangan Lupa Budaya Aman dan Berkarakter di Sekolah
- 02 Apr 2026 11:59 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya penguatan karakter dan budaya aman di lingkungan sekolah pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan hal tersebut saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SDN Kramat Pela 07, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026 lalu.
Suharti mengajak warga sekolah mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI, yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, terkandung dalam filosofi ASRI, menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang peserta didik.
“Budaya sekolah harus dibangun dengan semangat saling menghargai, saling melindungi, dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak boleh ada lagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Suharti dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Kamis, 2 April 2026.
Suharti menekankan pentingnya membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan menjaga lingkungan bebas asap rokok untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Selain itu, peserta didik didorong untuk menjaga kebersihan dengan membuang dan memilah sampah, serta aktif dalam kegiatan piket dan kerja bakti di sekolah.
“Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sekretaris Jenderal lulusan Australian National University ini.
Suharti melanjutkan, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan usia akses platform digital berisiko tinggi melalui PP Tunas sejak 28 Maret 2026 untuk melindungi anak dari konten tidak pantas. Ia mengimbau peserta didik menggunakan gawai secara bijak dengan prinsip 3S, yaitu membatasi screen time, menggunakan di screen zone, dan memberi screen break.
Rafa Nasution, siswa kelas VI yang memimpin upacara, mengungkapkan rasa senang bisa kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya setelah libur panjang. Rafa, yang akan lulus semester ini, berharap hasil belajarnya bisa memuaskan dan menandai akhir yang baik bagi masa sekolah dasarnya
“Senang dan kangen bisa kembali belajar di sekolah. Ini semester terakhir bagi kami kelas VI, semoga hasil belajar kami memuaskan,” kata Rafa dikutip dari siaran pers yang sama.
SDN Kramat Pela 07 Jakarta mengembangkan program composting sebagai upaya menjaga lingkungan sekolah, sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI. Siswa mengumpulkan sampah daun yang ada di lingkungan sekolah dan mengolahnya dalam tiga tahap selama tiga bulan, sebelum menjadi pupuk alami. (Annisa Dwi Ramadhani - Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....