Perkuat Diplomasi Ekraf, Investor Azerbaijan Lirik Potensi Kreatif Indonesia
- 21 Jun 2026 16:30 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperkuat diplomasi ekonomi kreatif Indonesia dengan membuka peluang masuknya investasi dari Azerbaijan ke sektor ekonomi kreatif nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian Creative Economy Diplomatic Mission 2026 yang digelar di Baku, Azerbaijan dan Astana, Kazakstan pada 19-22 Juni 2026.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan sekaligus Dewan Pembina DPLN Gekrafs Azerbaijan, Berlian Helmy, mengatakan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus kerja sama strategis antara Indonesia dan Azerbaijan, selain energi, ketahanan pangan, dan ketahanan air. Menurutnya, upaya menarik investor Azerbaijan menjadi salah satu misi utama yang tengah dijalankan bersama Gekrafs.
“Saya sudah berbicara dengan Ketua Majelis Tinggi Gekrafs bahwa salah satu misi kita adalah menarik sebanyak mungkin investor dari Azerbaijan ke Indonesia, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” kata Berlian Helmy, melalui keterangan tertulis, Minggu, 21 Juni 2026
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri kreatif melalui bonus demografi dan potensi generasi muda yang mampu melahirkan inovasi berdaya saing global. “Kita sedang memanfaatkan potensi Gen Z dan bonus demografi yang saat ini berjalan. Harapannya inovasi dari Gen Z melalui Gekrafs bisa menghasilkan sesuatu yang lebih konkret dan terukur,” ujarnya.
Menurut Berlian, kehadiran Gekrafs di Azerbaijan juga diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat hubungan kedua negara melalui promosi perdagangan, investasi, sosial, dan budaya.
“Melalui pendirian Gekrafs di Azerbaijan ini, hadir sebuah wadah yang bisa menginisiasi kreativitas dan ide dari teman-teman, anggota, serta stakeholders yang ada di Azerbaijan untuk berkolaborasi bersama KBRI dalam menjalankan misi tersebut,” katanya.
Dalam misi diplomasi tersebut, Gekrafs turut meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Azerbaijan dan Kazakstan sebagai penghubung strategis antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jaringan internasional.
Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor masa depan yang bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan inovasi yang tidak akan pernah habis.
“Ide kreatif sumbernya adalah di kepala dan ide tidak akan pernah habis. Dengan adanya Gekrafs Azerbaijan, silakan berkolaborasi dengan Gekrafs, melihat peluang-peluang yang ada dan melakukan hal-hal yang bisa memberikan kebermanfaatan,” ujar Kawendra.
Ia menambahkan, Indonesia patut berbangga karena menjadi negara pertama yang memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif. Kehadiran Gekrafs di Azerbaijan sekaligus menandai negara ke-12 yang menjadi basis jejaring internasional organisasi tersebut.
Sementara itu, Ketua DPLN Gekrafs Azerbaijan, Rr. Retno Wiyati, berharap keberadaan DPLN dapat menjadi pintu bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas pasar dan memperkenalkan karya anak bangsa di tingkat global.
“Kami berharap DPLN Gekrafs Azerbaijan dapat menjadi penghubung bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring dan menghadirkan karya-karya Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional,” ujarnya.
Melalui Creative Economy Diplomatic Mission 2026, Gekrafs menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia melalui penguatan diplomasi, inovasi, dan kolaborasi global. Kegiatan tersebut didukung oleh Bank BNI sebagai official collaborator, serta Telkomsel dan KBRI Azerbaijan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....