Rawan Kecelakaan, Jalur Malaka Cilincing Dipenuhi Tanah Merah

  • 30 Mar 2026 09:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Para pengguna jalan yang melintasi kawasan Jakarta Utara, khususnya di jalur Jalan Raya Sarang Bango menuju arah Malaka, dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan laporan warga pada Senin pagi 30 Maret 2026, kondisi aspal di sepanjang jalur tersebut tertutup ceceran tanah merah yang cukup tebal.

Kondisi jalan yang tertutup tanah merah ini membuat permukaan aspal menjadi sangat licin dan berbahaya bagi kendaraan roda dua.

Menurut kesaksian warga kepada RRI Jakarta di lokasi, sudah terdapat korban pengendara sepeda motor yang tergelincir tepat di depan toko Indomaret Sarang Bango akibat kehilangan kendali pada permukaan jalan yang licin.

"Info, Jalan Raya Sarang Bango sampai Malaka penuh tanah merah. Tadi ada korban motor kepeleset depan toko Indomaret Sarang Bango," ujar Ivo dalam laporannya kepada RRI Jakarta pagi ini sekitar pukul 06.14 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti asal ceceran tanah merah tersebut, namun diduga berasal dari aktivitas truk proyek yang melintas di kawasan tersebut pada malam atau dini hari.

Kondisi jalan yang licin ini sangat fatal bagi pengguna jalan, terutama karena bertepatan dengan jam berangkat kerja dan sekolah.

Dilaporkan sudah ada beberapa pemotor yang tergelincir, khususnya di titik depan Indomaret Sarang Bango. Mirisnya, beberapa di antara korban yang terjatuh adalah anak-anak sekolah.

Selain menyebabkan kecelakaan, keberadaan tanah merah ini juga memicu kemacetan panjang di sepanjang jalur Sarang Bango hingga Malaka. Para pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraannya demi keamanan, yang mengakibatkan penumpukan volume kendaraan secara signifikan.

Masyarakat dihimbau untuk ekstra waspada saat melintasi jalur ini. Jika memungkinkan, pengendara disarankan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan dan risiko tergelincir.

Hingga saat ini, warga berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan tumpahan tanah tersebut sebelum memakan lebih banyak korban.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....