Siagakan Pompa dan Keruk Kali-Waduk, Dinas SDA Jakarta Antisipasi Cuaca Ekstrim

  • 27 Mar 2026 08:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memperkuat langkah mitigasi banjir dengan memastikan seluruh sarana pengendali dalam kondisi siap pakai. Ratusan pompa dan upaya mempercepat pengerukan kali dan waduk dilakukan untuk mengantisipasi hujan berintensitas tinggi yang berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan seluruh jajaran telah berada dalam kondisi siaga penuh. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026, sebagaimana dikutip dari siaran pers.

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur," kata Ika.

Penyiagaan dilakukan terhadap berbagai infrastruktur, mulai dari pompa stasioner, pompa bergerak, hingga pintu air. Seluruh perangkat tersebut dipastikan dapat beroperasi maksimal baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan berlangsung.

Berdasarkan data per 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 titik di Jakarta. Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile yang ditempatkan di lima wilayah kota administrasi untuk menjangkau titik genangan yang tidak terlayani pompa tetap.

"Dinas SDA juga mempercepat pengerukan sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Hingga pertengahan Maret 2026, volume pengerukan tercatat mencapai 123.393 meter kubik," bunyi siaran pers.

Kegiatan pengerukan telah berlangsung sejak awal Januari 2026 dan akan terus diperluas ke sejumlah badan air lainnya. Pada 2025, total pengerukan mencapai 919.173 meter kubik dengan dukungan ratusan alat berat dan armada angkut.

Dalam operasionalnya, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck untuk mempercepat proses pengerukan. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan daya tampung sekaligus memperlancar aliran air.

Selain infrastruktur, Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas atau Pasukan Biru untuk merespons kondisi darurat. Personel ini bertugas mendukung operasional pompa serta menangani genangan secara cepat di lapangan.

Pasukan Biru juga melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sistem respons cepat saat terjadi banjir.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan di tengah cuaca ekstrem. Dalam kondisi darurat, warga dapat memanfaatkan aplikasi JAKI atau menghubungi layanan darurat 112.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....