Jakarta Barat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir

  • 28 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mendorong Pemerintah Kota atau Pemkot Jakarta Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko genangan dan banjir di sejumlah wilayah. Suku Dinas Sumber Daya Air atau Sudin SDA Jakarta Barat menyiapkan personel dan peralatan di titik rawan banjir untuk mengantisipasi dampak hujan deras.

Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Yopi Maidiza Siregar mengatakan, informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjadi acuan penting dalam langkah mitigasi banjir. “Info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sangat efektif menjadi warning bagi kami untuk melakukan persiapan sebelum hujan ataupun sebelum terjadi genangan dan banjir,” ujar Yopi dalam dialog Majalah Udara Kentongan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat telah menempatkan personel di delapan kecamatan untuk mempercepat penanganan genangan. Selain itu, berbagai peralatan seperti pompa mobile, pompa apung, dan pompa stasioner juga disiagakan di sejumlah titik rawan banjir.

Pemerintah Kota Jakarta Barat juga menjalankan pengerukan kali dan saluran air di 12 lokasi guna meningkatkan kapasitas aliran air. Sebanyak 33 alat berat diterjunkan untuk mendukung pengerjaan di kawasan Kali Mookervart, Semongol, Kali Angke, dan Kali Sekretaris.

“Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih cepat sehingga kalau ada genangan tidak terlalu lama surutnya,” kata Yopi. Ia menjelaskan, pengerukan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Kawasan Kali Mookervart dan Jalan Daan Mogot menjadi fokus utama penanganan karena dinilai rawan mengalami genangan ketika hujan deras. Pemerintah juga berencana merenovasi rumah pompa di kawasan tersebut guna memperkuat sistem pengendalian banjir di Jakarta Barat.

Yopi menilai penanganan banjir tidak dapat hanya mengandalkan infrastruktur dan peralatan pemerintah semata. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan memiliki peran besar dalam memperlancar aliran air di saluran dan kali.

“Banyak sampah di saluran dan kali yang sangat mempengaruhi aliran air. Karena itu perlu kepedulian bersama menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya. Ia juga mengatakan, koordinasi rutin dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kelurahan, kecamatan, dan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti.

Yopi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang sulit diprediksi pada masa transisi iklim saat ini. “Cuaca sekarang kadang tiba-tiba panas lalu hujan deras. Karena itu kita semua harus siap dan saling membantu meminimalkan risiko banjir,” kata Yopi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....