Sinergi BBPOM dan Pemkot Jaksel Perkuat Pengawasan Pangan
- 28 Feb 2026 20:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026, di Ruang Gelatik, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan dan pengawasan obat serta makanan di wilayah Jakarta Selatan.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, bersama jajaran Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), di antaranya Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Suku Dinas PPKUKM, Suku Dinas Pendidikan, serta Suku Dinas Kominfotik.
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, menjelaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi dengan Pemkot Jakarta Selatan selama ini telah berjalan dengan baik dan akan terus diperkuat melalui pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan.
“Pembinaan dan pengawasan Obat dan Makanan akan semakin efektif melalui pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan (TKPPOM) yang akan segera dibentuk,” ujar Sofiyani, Sabtu (28/02/2026).
Dalam audiensi tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah persiapan program Kota Pangan Aman yang tengah dikembangkan. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Sofiyani menegaskan, keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Untuk mewujudkan Kota Pangan Aman memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik dari sisi penyedia bahan pangan maupun masyarakat sebagai konsumen yang harus diedukasi agar mampu memilih pangan yang aman,” katanya.
Selain itu, kedua pihak juga membahas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Pangan Kota Administrasi Jakarta Selatan, termasuk Satgas Makan Bergizi Gratis. Pembinaan kepada pelaku UMKM serta pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) turut menjadi agenda bersama yang akan disinergikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar menilai audiensi ini sangat penting, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, ketika banyak pedagang musiman menjual takjil yang berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif berisiko.
“Dalam waktu dekat, kami bersama BBPOM Jakarta telah merencanakan untuk turun langsung ke lapangan dengan sasaran utama para penjual takjil. Kami harus memastikan pangan olahan yang beredar di masyarakat bebas dari zat berbahaya dalam rangka mewujudkan Jakarta Selatan sebagai Kota Pangan Aman,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Jakarta Selatan bersama BBPOM Jakarta akan membentuk Satgas sesuai Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan melibatkan sejumlah suku dinas terkait. Edukasi kepada masyarakat juga akan digencarkan melalui media sosial dan videotron agar warga mampu mengenali ciri-ciri makanan berbahaya, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Pangan Aman menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....