Pramono Anung, Proses Lahan Penggemukan Sapi di Banten
- 23 Feb 2026 20:59 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan segera menindaklanjuti permohonan Perumda Dharma Jaya untuk mengelola lokasi penggemukan sapi di kawasan Ciangir, Banten. Langkah tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka menengah dalam menjaga kecukupan pasokan daging sapi bagi warga Ibu Kota.
Ia menjelaskan, pengelolaan lahan rumput untuk penggemukan sapi di Ciangir diharapkan dapat memperkuat rantai pasok daging sekaligus meningkatkan kemandirian daerah dalam penyediaan kebutuhan pangan strategis.
Menurut Pramono, apabila fasilitas penggemukan tersebut dapat direalisasikan, maka pengelolaan kebutuhan daging sapi Jakarta akan semakin terstruktur dan terkontrol melalui Dharma Jaya sebagai BUMD pangan.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh upaya tersebut dan akan segera memproses perizinan maupun aspek administratif yang diperlukan,” kata Pramono saat meninjau kedatangan sapi impor di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 23 Februari 2026.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga terus memperkuat stok melalui jalur impor. Sebanyak 3.100 ekor sapi asal Australia telah tiba di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok. Kedatangan sapi bakalan ini menjadi bagian dari upaya stabilisasi pasokan menjelang periode peningkatan konsumsi.
Lebih lanjut Pramono menjelaskan, apabila kebutuhan daging di Jakarta masih memerlukan tambahan, tidak menutup kemungkinan untuk kembali melakukan impor. Secara keseluruhan, Jakarta memperoleh kuota impor sebanyak 7.500 ekor sapi dari Australia untuk tahun 2026.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan kondisi stok daging menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026 dalam keadaan aman. Saat ini, persediaan daging sapi tercatat mencapai 1.246 ton, sedangkan daging ayam sebanyak 435 ton. Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
Raditya mengungkapkan, pada akhir Februari diperkirakan kembali datang tambahan sekitar 500 hingga 600 ekor sapi dari Australia. Bahkan, jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga, Dharma Jaya masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor sapi yang dapat dioptimalkan.
Ia memaparkan bahwa kebutuhan daging di Jakarta tergolong tinggi. Dalam satu tahun, konsumsi daging sapi diperkirakan mencapai 73.100 ton, sementara daging ayam menembus 182.230 ton. Secara konsumsi per kapita, daging sapi berada pada kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sedangkan daging ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.
Menurut Raditya, lonjakan permintaan umumnya terjadi menjelang dan selama Ramadhan. Meski masyarakat menjalankan ibadah puasa, konsumsi daging cenderung meningkat, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
Kendati demikian, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga agar harga daging sapi dan ayam tetap stabil serta terjangkau bagi masyarakat. Upaya penguatan stok, baik melalui impor maupun rencana pengembangan fasilitas penggemukan, menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan Jakarta secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....