Capaian Pembangunan Jakarta dalam Satu Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano

  • 20 Feb 2026 21:01 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodya, Jalan Barito I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat 20 Februari 2026. Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus pemaparan capaian kinerja satu tahun kepemimpinan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno.

Dalam kesempatan ini, Pramono menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan DPRD DKI Jakarta yang telah bekerja sama membangun Jakarta yang terus bertransformasi menjadi kota global. Hal tersebut tercermin dari peningkatan peringkat Global City Jakarta dari posisi 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir.

Lebih lanjut, Pramono menyebut bahwa gini ratio atau ketimpangan pendapatan di Jakarta tercatat masih tinggi. Namun demikian, Ia bersyukur gini ratio dan lapangan pekerjaan dalam satu tahun kepemimpinannya mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional 5,11 persen. Pada triwulan IV, pertumbuhan bahkan mencapai 5,71 persen.

“Saya yakin, seyakin-yakinnya, mudah-mudahan tahun ini akan jauh lebih baik karena beberapa perbaikan mendasar yang kami lakukan,” ujar Pramono di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, pada Jumat 20 Februari 2026.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengurangi anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Menurutnya, program tersebut menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.

“Untuk KJP terdapat 707.513 penerima dengan anggaran sekitar Rp1,6 triliun. Sedangkan KJMU sebanyak 16.920 mahasiswa. Total anggaran keduanya kurang lebih Rp2 triliun dan tidak akan kami kurangi. Untuk program pemutihan ijazah ada lebih dari 6.000 penerima. Semua ini akan kami teruskan,” katanya.

Selain itu, sebanyak 213.000 warga menerima manfaat bantuan sosial berupa Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta. Pemprov DKI juga telah menggratiskan 40 sekolah swasta serta memberikan akses gratis masuk Ancol, Ragunan, dan Monas bagi penerima KJP dan KJMU.

Di bidang kesehatan, Pemprov DKI memperkuat layanan melalui 31 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Dua rumah sakit baru akan dibangun, yakni RS Royal Batavia Cakung dan rumah sakit internasional di lahan Sumber Waras. Program Pasukan Putih yang berjumlah 584 personel juga mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.

“Jakarta termasuk yang mengawali dan menjadi satu-satunya provinsi yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing. Sebagian besar provinsi belum memiliki aturan tersebut, Jakarta yang mengawalinya,” ucap Pramono.

Dalam sektor infrastruktur dan ruang terbuka hijau, Pemprov DKI telah menyelesaikan 21 ruang terbuka hijau baru. Taman Ayodya yang menjadi lokasi acara merupakan bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau seluas 5,6 hektare dengan lintasan jogging sepanjang 1,2 kilometer. Revitalisasi Taman Semanggi senilai Rp134 miliar juga tengah dilakukan melalui skema kerja sama dengan swasta tanpa menggunakan APBD.

Sementara itu, Wagub Jakarta, Rano Karno, menambahkan bahwa dalam satu tahun pertama pemerintahannya bersama Gubernur Pramono, mereka fokus menyelesaikan program Quick Win. Dari 40 program prioritas, sebanyak 97 persen telah diselesaikan, sementara tiga program lainnya masih dalam proses karena membutuhkan waktu lebih panjang.

Menurut Rano, ada tiga persoalan utama Jakarta yang menjadi prioritas penanganan, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan. Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI telah memulai normalisasi sungai, termasuk pembebasan lahan di sejumlah titik sepanjang Sungai Ciliwung. Program normalisasi juga akan dilanjutkan secara masif pada tahun 2026, mencakup Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, serta pengerukan di wilayah Jakarta Barat.

Di sektor transportasi, Pemprov DKI memperkuat integrasi dan penambahan armada Transjabodetabek dengan membuka sejumlah rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga. Seperti rute Alam Sutera, Ciputat, Bogor, Bekasi, Cengkareng, hingga Sawangan, Depok. Selain itu, dalam waktu dekat, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditargetkan akan dibuka.

“Sementara itu, dalam upaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, Pemprov DKI tetap mempertahankan berbagai program bantuan sosial dan subsidi bagi 15 golongan masyarakat,” ujar Rano.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....