Ade Suherman Soroti Harga Pangan Jelang Ramadan
- 31 Jan 2026 10:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, mendesak pemerintah untuk serius, mengantisipasi tren kenaikan harga bahan pangan, menjelang bulan suci Ramadan 2026. Seiring meningkatnya permintaan masyarakat, terhadap kebutuhan pokok.
Berdasarkan data terbaru, dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, sejumlah komoditas pangan strategis, masih berada di level yang relatif tinggi secara nasional. Harga cabai rawit merah mencapai sekitar Rp55.000 per kilogram, telur ayam ras sekitar Rp32.700 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I dipatok di kisaran Rp141.900 per kilogram. Harga beras kualitas medium juga tetap berada di kisaran Rp15.900 per kilogram.
“Negara tidak boleh kalah oleh gejolak pasar. Kalau harga pangan melonjak menjelang Ramadan, itu tanda negara gagal hadir melindungi rakyat kecil. Ini harus diantisipasi sejak sekarang, bukan setelah masyarakat menjerit,” ujar Ade Suherman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menegaskan, stabilisasi harga pangan bukan sekadar menjaga pasokan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial. Agar masyarakat berpenghasilan rendah, tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok, tanpa tekanan harga yang signifikan.
“Harga pangan yang stabil adalah bagian dari keadilan sosial. Jangan sampai warga dipaksa memilih, antara memenuhi kebutuhan dapur, atau menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, karena harga yang tidak terkendali,” katanya.
Ade mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, untuk memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengoptimalkan operasi pasar murah. Serta memperketat monitoring distribusi, dan harga di pasar tradisional maupun modern.
Ia juga mengusulkan sosialisasi yang lebih intens, terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), dan dukungan bagi pelaku usaha kecil. Agar dapat menyesuaikan operasional, tanpa mengorbankan daya beli masyarakat.
“Pemantauan harga harus transparan dan responsif. Pemerintah harus hadir untuk mengatasi gejolak pasar, melindungi rakyat, dan memastikan Ramadan kali ini tidak memberatkan masyarakat,” ucap Ade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....