Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog DKI dan Banten Perkuat Distribusi Pangan
- 07 Jun 2026 16:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah adanya indikasi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi beras, percepatan penyaluran bantuan pangan, serta penyaluran minyak goreng Minyakita ke berbagai titik distribusi.
Pemimpin Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib mengatakan langkah tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kecukupan pasokan pangan.
“Ada tiga langkah strategis yang akan kami lakukan. Pertama, pendistribusian beras medium dan premium ke toko-toko binaan, percepatan penyaluran Bantuan Pangan, dan pendistribusian Minyakkita,” ujar Taufan, di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut dia, distribusi beras medium dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran difokuskan ke berbagai saluran binaan, mulai dari koperasi, Rumah Pangan Kita, outlet instansi pemerintah, pedagang pasar, hingga ritel modern.
Saat ini Bulog DKI Jakarta dan Banten memiliki 375 titik saluran binaan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Saluran tersebut juga mendukung pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Selain beras medium, Bulog juga memperkuat distribusi beras premium. Penyaluran dilakukan secara masif bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah, termasuk kegiatan yang digelar di GOR Kalisari, Jakarta Timur, pada 6 Juni 2026.
Taufan menjelaskan, distribusi beras SPHP dan beras premium juga telah dilakukan ke sejumlah toko binaan di Pasar Kramat Jati dan Pasar Senen. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok sekaligus menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Di sisi lain, percepatan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) terus dilakukan secara serentak di berbagai wilayah. Bulog menargetkan penyaluran bantuan pangan di DKI Jakarta dan Banten dapat selesai pada pekan kedua hingga ketiga Juni 2026.
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog DKI Jakarta dan Banten telah mencapai 78,66 persen. Sebanyak 1.592.420 Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menerima bantuan dari total target 2.024.376 PBP.
Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk dua alokasi penyaluran. Menurut Taufan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi tekanan permintaan di pasar.
Selain itu, distribusi Minyakita terus dilakukan ke pasar-pasar yang tergabung dalam jaringan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun toko binaan di pasar tradisional. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan minyak goreng di pasar sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Langkah-langkah ini perlu kami lakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras dan minyak, aman, tersedia dalam jumlah yang cukup, serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah,” kata Taufan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....