BRIN: Hujan Durasi Panjang Picu Banjir di Jakarta
- 30 Jan 2026 15:50 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Banjir Jakarta merendam 40 Rukun Tetangga di sejumlah wilayah ibu kota setelah hujan durasi panjang mengguyur sejak dini hari, Jumat, 30 Januari 2026 pagi. Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Profesor Eddy Hermawan, menjelaskan kondisi ini dipicu hujan ringan hingga sedang yang turun terus-menerus.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi DKI Jakarta menunjukkan genangan mencapai lebih dari tiga meter di beberapa titik. Wilayah terdampak meliputi Pejaten Timur, Rawajati, Cawang, Bidara Cina, Cililitan, Balekambang, dan Tanjung Barat.
Profesor Eddy bilang hujan saat ini tidak tergolong ekstrem dari sisi intensitas, tetapi berbahaya karena berlangsung lama. “Yang terjadi sekarang bukan hujan ekstrem, tetapi durasinya panjang sehingga air terus menumpuk,” ujar Eddy dalam wawancara radio 91,2FM Pro1 RRI Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menjelaskan fenomena La Nina lemah menjadi faktor penghambat pergerakan massa uap air. “Uap air dari Asia dan Samudra Hindia tertahan di kawasan barat Indonesia, termasuk Jakarta,” ucapnya.
Laman pantaubanjir yang kami akses Jumat pagi menunjukkan, ketinggian genangan tertinggi terpantau di Cawang dan Pejaten Timur mencapai 350 sentimeter hingga pukul 07.43 WIB. Luas area terdampak banjir tercatat sekitar 0,96 kilometer persegi dari total wilayah Jakarta.
Selain itu, sejumlah pintu air berada pada status siaga hingga bahaya. Pintu Air HEK PGC di aliran timur terpantau mendekati tiga meter pada pukul 07.00 WIB dengan kondisi hujan gerimis.
Profesor Eddy memperkirakan kondisi hujan durasi panjang masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari 2026. “Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus waspada karena durasi hujan lama bisa memperburuk genangan,” kata Eddy.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....