Fasilitas JPO Marunda Memprihatinkan: Kaca Pecah, Lift Mati
- 24 Apr 2026 18:29 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Marunda di Jakarta Utara kini menjadi sorotan. Jembatan yang seharusnya menjadi sarana aman bagi pejalan kaki tersebut terpantau dalam kondisi memprihatinkan dengan berbagai fasilitas yang rusak dan tidak berfungsi.
Muhammad (49), seorang operator lift dari Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa kerusakan pada beberapa bagian JPO tersebut sudah berlangsung cukup lama. Salah satu yang paling mencolok adalah pecahnya panel kaca di sisi jembatan.
"Itu karena kontainer putar balik. Karena terlalu mepet ke trotoar, ekornya kena (kaca). Kejadiannya sudah dari bulan puasa (Maret) kemarin," ujar Muhammad saat ditemui RRI Jakarta di lokasi. Jum'at 24 April 2026.
Selain kaca yang pecah, fasilitas lift yang seharusnya memudahkan lansia dan ibu hamil juga tidak dapat digunakan. Menurut Muhammad, kerusakan lift disebabkan oleh faktor cuaca. Air hujan yang masuk ke area sensor seringkali menyebabkan sistem error atau korsleting. Meski sempat ada upaya perbaikan dari pihak teknisi beberapa hari lalu, lift tersebut kembali mengalami kendala dan belum bisa beroperasi secara normal.
Kondisi ini diperparah dengan tebalnya debu yang menyelimuti area jembatan. Sebagai petugas kebersihan, Muhammad mengaku harus bekerja ekstra keras untuk menjaga kebersihan JPO.
"Debunya luar biasa. Setiap hari disapu, sore sudah berdebu lagi. Sekali pembersihan saja bisa memakan waktu dua jam karena luasnya area dan banyaknya bagian yang harus dilap," tambahnya.
Ironisnya, meski fasilitas JPO telah disediakan, banyak warga yang lebih memilih untuk menyeberang langsung di bawah jembatan atau memotong jalan raya yang padat kendaraan. Muhammad menyayangkan hal tersebut karena risiko keselamatan yang sangat tinggi, meski ia memahami bahwa rusaknya lift mungkin menjadi salah satu alasan warga enggan naik ke atas.
"Sayang saja, padahal sudah dibangun bagus-bagus. Harapannya ya warga mau menggunakan JPO demi keamanan mereka sendiri, terutama anak-anak sekolah," pungkasnya.
Sementara Siti Dinarwenny, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa JPO Marunda dibangun pada tahun 2023 dengan panjang bentang 22,6 meter serta memiliki clearance ±5,5 meter dari elevasi jalan.
"Saat ini, JPO tersebut masih dalam tahap proses Serah Terima Kedua (FHO), sehingga tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya masih berada pada Penyedia Jasa Konstruksi sampai dengan diterbitkannya Berita Acara Serah Terima Kedua, " ujar Siti.
Terkait kondisi lift JPO Marunda, Siti mengatakan bahwa fasilitas lift untuk sementara dinonaktifkan akibat kerusakan yang disebabkan oleh benturan kendaraan dengan muatan berukuran besar, yang terjadi saat kendaraan melakukan putar balik tidak pada lokasi yang semestinya.
"Dampak dari kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada kaca tempered beserta aksesoris pendukungnya. Saat ini, komponen yang mengalami kerusakan sedang dalam proses pengadaan, dan pekerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan setelah seluruh material pengganti tersedia, " ujar Siti
Hingga saat ini, warga berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas JPO Marunda agar fungsi utamanya sebagai sarana penyeberangan yang aman dan nyaman dapat kembali dirasakan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....