Legislator Kecewa Kebijakan Penanganan Banjir Gubernur Pramono

  • 24 Jan 2026 21:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Legislator DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, kecewa dengan kebijakan penanganan banjir yang dilakukan Gubernur Pramono Anung. Orang nomor satu di Jakarta itu dinilai ketinggalan langkah, dalam menangani masalah banjir yang seharusnya menjadi prioritas.

"Banjir dan macet seharusnya mendapat perhatian khusus, karena sudah menjadi problem latent di Jakarta. Tapi sepertinya penanganannya tidak dimitigasi dengan cermat, sehingga banjir merajalela di Jakarta, seperti yang kita alami sekarang," ujar anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, Jumat, 23 Januari 2026.

Wakil rakyat yang bertugas di Komisi C itu mengaku kecewa, dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang dinilainya kurang cermat dalam mengantisipasi banjir. Pramono dianggap menyikapi banjir sebagai hal yang biasa.

"Kita apresiasi langkah temporernya, seperti menerapkan work from home dan school from home. Tapi itu kan kuratif. Mohon preventif-nya diutamakan lah," kata pria yang akrab disapa Bang Lukman.

Ia mengingatkan, tata ruang di Jakarta yang kacau, menjadi biang kerok banjir dan kemacetan lalu lintas. Karenanya, siapa pun yang memimpin Jakarta, masih harus memprioritaskan penanganan banjir, dan kemacetan lalu lintas.

Terkait banjir, penanganan yang diharapkan adalah tindakan preventif, pencegahan. Karena kalau sudah terjadi banjir, menjadi bencana. Lukman pun menyoroti fenomena banjir di Januari 2026, yang mendera masyarakat Jakarta.

Lukman membaca pemberitaan, dan kunjungannya ke lapangan memastikan, banjir kali ini sudah sangat serius. "Sayangnya saya justru menangkap kesan Pemprov kalah, dan meminta warga Jakarta dan warga yang biasa beraktivitas di Jakarta, untuk WFH saja supaya tidak terjebak banjir," kata Lukman.

Karenanya, dia meminta Gubernur selaku orang nomor satu di Jakarta, melakukan tindakan konkret. Dengan memastikan semua saluran air dan pompa, berfungsi sebagaimana semestinya.

"Jangan lupa, kerugian materil dan waktu yang warga Jakarta terima akibat banjir, tidak sedikit. Ini yang harus dipikirkan. Apa Pak Gubernur mau menunggunya juga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....