BPS Catat Inflasi Tahunan Nasional September 3,28 Persen

  • 01 Okt 2026 13:00 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara tahunan atau year-on-year sebesar 3,28 persen pada September 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,74 pada September 2025, menjadi 112,31 pada September 2026.

"Secara year-on-year, pada September tahun 2026 terjadi inflasi sebesar 3,28 persen. Ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,74 pada September tahun 2025 menjadi 112,31 pada September tahun 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Inflasi tahunan terutama didorong tiga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok transportasi, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Ketiganya masing-masing memberikan andil terhadap inflasi sebesar 1,28 persen, 0,58 persen, dan 0,53 persen.

"Penyumbang utama inflasi September tahun 2026 secara year-on-year ini terutama oleh tiga kelompok pengeluaran. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kedua kelompok transportasi, dan yang ketiga kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya," ujar Ateng.

Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kenaikan harga terutama terjadi pada ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan minyak goreng. Sementara kelompok transportasi terutama didorong bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas atau oli mesin, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama berasal dari emas perhiasan.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,28 persen, terutama pada ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan juga minyak goreng. Kelompok transportasi dengan andil 0,58 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya andil inflasinya 0,53 persen, terutama pada komoditas emas perhiasan," kata Ateng.

Secara wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada September 2026. Inflasi tertinggi tercatat di Sulawesi Utara sebesar 7,59 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sumatera Selatan sebesar 2,55 persen.

Sementara secara bulanan atau month-to-month, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date mencapai 2,17 persen. Inflasi bulanan terutama didorong komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi 1,46 persen dan memberikan andil sebesar 0,24 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....