Menekraf Dorong Talenta Teknisi Perkuat Ekonomi Kreatif Digital
- 29 Sep 2026 09:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi pelaksanaan World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 yang digelar oleh Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN). Penguatan keterampilan teknisi perangkat seluler ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital di Indonesia. Keterampilan tersebut dibutuhkan untuk memastikan perangkat yang digunakan oleh kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha dapat berfungsi dengan baik.
Riefky mengatakan, kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler dapat mendorong penguatan talenta teknisi. Talenta tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital.
“Perangkat yang andal menjadi salah satu fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha untuk menghasilkan karya dan menjangkau pasar,” kata Riefky, Sabtu 26 September 2026.
Menurutnya, kreativitas digital membutuhkan dukungan perangkat yang dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, keterampilan teknisi memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan aktivitas digital yang semakin berkembang.
Adapun World Cup CGC Indonesia 2026 digelar di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, pada 26-27 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong penguatan talenta teknisi dalam ekosistem digital.
Riefky menekankan empat nilai yang perlu dimiliki peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing. Pemerintah juga mendorong agar talenta teknisi Indonesia dapat memenuhi kebutuhan reparasi perangkat, baik di dalam negeri maupun di tingkat regional dan global.
“CGC Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta, industri, komunitas, dan pemerintah untuk memperluas peluang kolaborasi di sektor digital,” kata Riefky.
Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor mengatakan, peningkatan kemampuan teknisi perlu diikuti dengan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, pengalaman, dan kemampuan memecahkan masalah. Pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi, serta program upskilling dan reskilling.
Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para teknisi untuk belajar, berbagi pengetahuan, mengenal perkembangan teknologi, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperluas jejaring dengan industri. Talenta Indonesia juga berkesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat Asia hingga CGC World Cup 2026 di Guangzhou, Tiongkok.
(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....