Ekonom Nilai Streamlining BUMN Penting untuk Tingkatkan Daya Saing
- 21 Sep 2026 21:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ekonom Senior Prasasti Center, Piter Abdullah, menilai langkah pemerintah bersama Danantara dalam melalukan streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan negara.
Menurut Piter, penataan jumlah dan struktur BUMN diperlukan karena selama ini terdapat perusahaan negara yang memiliki ruang lingkup usaha terlalu luas dan berkembang hingga membentuk banyak anak serta cucu perusahaan.
“Saya kira itu sebuah upaya yang bagus dan memang sudah seharusnya dalam rangka untuk kita meningkatkan daya saing, meningkatkan efisiensi dari BUMN kita,” kata Piter melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Ia menilai, pada masa lalu sejumlah BUMN berkembang dari sektor hulu hingga hilir dan masuk ke berbagai bidang yang tidak selalu berkaitan dengan bisnis utama.
Kondisi tersebut kemudian menghasilkan anak dan cucu perusahaan yang bergerak di bidang usaha di luar kompetensi inti induknya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat membatasi ruang bagi sektor swasta untuk berkembang karena sejumlah bidang usaha telah diisi perusahaan negara.
“Misalnya ada BUMN yang anak-anak cucu-cucunya itu bergerak di bidang yang sama sekali jauh dari nenek-neneknya itu. Bahkan misalnya untuk persewaan mobil saja si BUMN menciptakan anak cucunya. Nah ini kan menghabisi dari sisi kesempatan private,” ucapnya.
Selain mengurangi ruang bagi sektor swasta, Piter menilai struktur tersebut dapat memengaruhi kemampuan BUMN dalam menghadapi persaingan secara terbuka.
Hubungan bisnis antaranak dan cucu perusahaan dalam satu kelompok dinilai berpotensi membuat perusahaan kurang terdorong meningkatkan daya saingnya.
“Dengan demikian itu BUMN itu sendiri tidak terbangun untuk meningkatkan daya saingnya mereka. Sudah terbiasa dimanjakan oleh hubungan-hubungan antara anak cucu tadi,” ungkap Piter.
Ia mengatakan persoalan tersebut menjadi tantangan ketika perusahaan Indonesia harus berkompetisi di pasar internasional. Menurut Piter, jumlah perusahaan Indonesia yang mampu memiliki kiprah kuat secara global masih terbatas.
Piter juga menilai streamlining dapat membantu mengurangi potensi penyalahgunaan hubungan bisnis antarbadan usaha. Ia menyoroti pentingnya penerapan meritokrasi dan kompetensi dalam hubungan antarperusahaan negara.
“Hubungan yang dibangun dengan pola yang tidak didasarkan kepada meritokrasi, kemampuan, daya saing itu kecenderungannya sering bisa terjadi moral hazard atau bahkan terjadi hal-hal yang merugikan bagi BUMN itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Piter, penataan struktur BUMN juga perlu dibarengi dengan pembenahan dalam pengisian jabatan di perusahaan negara. Ia menilai proses tersebut dapat mempersempit ruang bagi penempatan orang yang tidak berdasarkan kompetensi.
“Karena program ini akan menutup celah-celah untuk membuka kesempatan sebanyak-banyaknya untuk politik balas budi. Nah kalau kita konsisten berarti tidak ada tempat untuk politik balas budi,” katanya.
Piter menegaskan streamlining tidak cukup hanya dengan merampingkan struktur perusahaan. Menurutnya, langkah tersebut harus disertai peningkatan profesionalisme, termasuk dalam menentukan jajaran komisaris dan direksi.
“Streamline itu harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme, harus profesional, bukan orang-orang yang hanya sekadar untuk balas budi, ditaruh di BUMN walaupun sebenarnya dia tidak memiliki sama sekali kapasitas, baik itu sebagai komisaris ataupun sebagai direksi,” tegasnya.
Piter berharap pemerintah konsisten menjalankan agenda penataan BUMN dengan tetap mengedepankan kompetensi dan profesionalisme. Ia menilai Danantara dapat menjadi bagian dari proses pembenahan tersebut.
“Danantara dibentuk untuk meningkatkan profesionalisme kinerja BUMN, yang salah satunya itu dilakukan dengan cara streamlining yang pada akhirnya akan menyebabkan komposisi BUMN itu benar-benar ramping, efisien, punya daya saing,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....