Prabowo Apresiasi Danantara Hemat Overhead BUMN Rp50 Triliun

  • 14 Agt 2026 21:44 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam melalukan perampingan jumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut Prabowo, kebijakan streamlining atau perampingan tersebut telah menghasilkan penghematan biaya overhead BUMN lebih dari Rp50 triliun.

Hal ini disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya,” kata Prabowo.

Selain melakukan efisiensi, kinerja sejumlah BUMN juga menunjukkan tren positif. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan peningkatan laba yang signifikan.

PT Timah mencatat kenaikan laba hingga 804,7 persen, disusul Pupuk Indonesia sebesar 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pegadaian 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.

Perbaikan juga terlihat pada sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian. Krakatau Steel dan Kimia Farma disebut berhasil melakukan turnaround dan kembali membukukan laba. Meski periode pencatatan kinerjanya berbeda, keduanya menunjukkan arah perbaikan menuju kinerja positif.

Secara terpisah, Pengamat Komunikasi, Hendri Satrio menilai peran Danantara tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kinerja BUMN, tetapi juga mampu mengembalikan optimisme publik terhadap pengelolaan perusahaan negara.

“Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara,” ujar pria yang akrab disapa Hensat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi kinerja Danantara dalam melakukan reformasi BUMN.

Menurut Andre, capaian tersebut menunjukkan adanya kemitraan yang berjalan baik antara Komisi VI DPR dan Danantara dalam membenahi perusahaan-perusahaan milik negara.

“Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada,” ujar Andre di Jakarta.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk pembenahan dilakukan melalui proses streamlining, termasuk mengurangi jumlah BUMN agar struktur perusahaan negara menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain perampingan, pembenahan juga diarahkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut Andre, langkah tersebut merupakan bagian dari perubahan regulasi BUMN yang menghadirkan Danantara sekaligus menyempurnakan tata kelola perusahaan negara.

“Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI,” katanya.

Kehadiran Danantara juga dinilai mendorong BUMN untuk lebih fokus pada bisnis inti dan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

Streamlining dilakukan dengan menata ulang struktur organisasi, proses bisnis, serta biaya operasional agar perusahaan menjadi lebih ramping dan disiplin.

Selain itu, aset negara yang berada di BUMN didorong agar tidak hanya tercatat dalam neraca, tetapi dapat dioptimalkan untuk menghasilkan tingkat pengembalian atau return.

Sinergi antar-BUMN juga diperkuat untuk menciptakan economies of scale dan economies of scope, sehingga aset negara dapat dikelola secara lebih produktif dan memberikan nilai tambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....