Perkuat Pengelolaan Sampah, PLN EPI Resmikan TPS3R di Mataram
- 12 Sep 2026 17:46 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Peresmian tersebut sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong ekonomi sirkular melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Fasilitas yang diresmikan tersebut menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker. TPS3R akan mengolah sampah organik dari pelaku UMKM di kawasan Pantai Bagek Kembar dan warga sekitar melalui sistem pemilahan hingga pemanfaatan menjadi pakan maggot yang memiliki nilai ekonomi.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarawati mengatakan persoalan sampah membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar manfaat lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi.
“Persoalan sampah ini menjadi masalah kita semua. Karena itu, kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong bagaimana masyarakat bersama-sama mengelola sampah sehingga manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Erma, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 12 September 2026.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan infrastruktur energi. “Harapannya multiplier effect-nya tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ada pemberdayaan lainnya. Kita ingin kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat ini semakin erat, termasuk melalui program-program pelatihan dan kerja sama yang dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Camat Sekarbela Arief Satriawan menyebut kehadiran TPS3R menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah dan nantinya akan melayani tiga kelurahan di wilayah tersebut.
Menurutnya, seluruh sampah yang masuk ke fasilitas itu akan dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya sehingga proses pengolahan menjadi lebih efektif.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Mataram. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, yang mewakili Wali Kota Mataram, mengatakan TPS3R diharapkan menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat.
“Selain membangun fasilitas, PLN EPI juga memberikan pelatihan budidaya maggot BSF kepada kelompok masyarakat agar sampah organik rumah tangga maupun UMKM dapat diolah menjadi pakan maggot sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Ketua Kelompok Bale Maggot, Muhammad Ridwan, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang cara mengubah sampah organik menjadi sumber pendapatan. “Harapannya kegiatan ini bisa terus berkembang sehingga selain membantu mengurangi sampah, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok dan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN EPI turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar berupa paket sembako untuk 30 kepala keluarga lanjut usia di Kelurahan Tanjung Karang Permai serta bantuan pendidikan bagi 30 anak yatim dari Yayasan Asuhan Keluarga Al Abror.
Melalui integrasi TPS3R dan budidaya maggot BSF, PLN EPI mendorong pengembangan ekonomi sirkular di kawasan Bagek Kembar dengan mengubah sampah organik menjadi sumber daya produktif sekaligus mendukung terciptanya kawasan wisata pesisir yang lebih bersih dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....