Giwo Rubianto: Kemerdekaan Harus Beri Ruang Perempuan untuk Berdaya dan Mandiri
- 17 Agt 2026 10:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Presiden BPW Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengucapkan selamat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
- Peringatan kemerdekaan tidak hanya sekadar mengenang perjuangan pendiri bangsa, tetapi harus bermakna dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus 2026. Bagi Giwo, peringatan kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai momentum mengenang perjuangan para pendiri bangsa.
Ia menyatakan, kemerdekaan juga harus tercermin dalam kehidupan masyarakat. Termasuk melalui terpenuhinya hak perempuan untuk berkembang, berdaya, mandiri, dan mengambil peran dalam pembangunan.
Ia menilai, perempuan Indonesia harus memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi, mendapatkan pendidikan, membangun kemandirian ekonomi, mengembangkan profesi. Serta terlibat dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
“Makna kemerdekaan bagi perempuan adalah mendapatkan hak sepenuhnya untuk berkembang, berdaya, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” ujar Giwo dalam pesan memperingati HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut dia, perempuan tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Perempuan juga harus diberi ruang untuk menjadi pelaku, sekaligus penggerak perubahan. “Perempuan Indonesia harus memiliki kesempatan yang luas untuk menentukan masa depan, meningkatkan kapasitas, dan mengambil peran di berbagai bidang,” katanya.
Giwo berharap, momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi pengingat, pembangunan nasional harus berjalan secara inklusif. Ia menekankan, tidak boleh ada perempuan yang tertinggal karena keterbatasan akses terhadap pendidikan, ekonomi, teknologi maupun kesempatan untuk memimpin. “Ketika perempuan berdaya dan mandiri, keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat semakin maju, dan Indonesia semakin tangguh,” kata Giwo.
BPW Indonesia adalah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, di bidang bisnis dan profesi. BPW Indonesia mendorong peningkatan kapasitas, kepemimpinan, kewirausahaan, serta jejaring perempuan di tingkat nasional maupun internasional.
Kiprah Giwo dalam gerakan perempuan juga tercatat dalam organisasi internasional. Ia pernah dipercaya sebagai Vice President International Council of Women (ICW). Yakni organisasi perempuan internasional yang berdiri sejak 1888.
ICW merupakan salah satu organisasi perempuan internasional tertua di dunia, yang memiliki jaringan di berbagai negara. Keterlibatan Giwo dalam organisasi itu menjadi bagian dari rekam jejaknya, membawa isu pemberdayaan perempuan Indonesia ke forum internasional.
Giwo terpilih sebagai salah satu Vice President ICW, pada Sidang Umum ke-35 ICW di Yogyakarta pada 2018. Ia kembali dipercaya menduduki posisi itu, dalam Sidang Umum ke-36 ICW di Avignon, Perancis, pada 2022.
Di tingkat nasional, Giwo pernah memimpin Kongres Wanita Indonesia (Kowani) selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya di Kowani, ia melanjutkan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan melalui BPW Indonesia.
Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Giwo, dalam memperjuangkan peningkatan kapasitas dan peran perempuan. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam konteks HUT ke-81 RI, ia berharap kemerdekaan dapat semakin dirasakan perempuan melalui kesempatan yang nyata, untuk memperoleh pendidikan, memiliki akses ekonomi, membangun usaha dan profesi, serta berpartisipasi dalam ruang-ruang kepemimpinan.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Saya berharap perempuan Indonesia terus naik kelas. Dari tingkat akar rumput, hingga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....