Latgabma SGS 2026 untuk Menguji Kemampuan Taktis

  • 10 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Force on Force SGS 2026, Prajurit Dituntut Waspada dan Cepat Ambil Keputusan
  • Prajurit Gabungan Berlatih Hadapi Dinamika Tempur Modern di Lampung
  • Kewaspadaan dan Komunikasi Jadi Kunci Force on Force SGS 2026 di Lampung

RRI.CO.ID, Jakarta - Prajurit gabungan dari sejumlah negara peserta Latihan Gabungan Bersama atau Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 menggelar latihan Force on Force (FoF) di lingkungan Brigif 4 Marinir/BS, Lampung, Rabu 9 September 2026.

Latihan ini menjadi bagian dari rangkaian Latgabma SGS 2026 untuk menguji kemampuan taktis sekaligus memperkuat interoperabilitas prajurit antarnegara dalam menghadapi dinamika operasi militer modern.

Dalam pelaksanaannya, latihan Force on Force dirancang dengan skenario yang mendekati kondisi operasi sebenarnya. Prajurit dibagi menjadi dua pihak yang saling berhadapan untuk merebut sekaligus mempertahankan posisi strategis di medan operasi.

Kondisi tersebut menuntut setiap prajurit memiliki tingkat kewaspadaan tinggi. Pergerakan lawan harus dapat dibaca secara cepat, sementara kondisi medan di sekitar juga harus diperhitungkan sebagai bagian dari strategi.

BACA JUGA : Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika Hadiri Latgab SGS

BACA JUGA : Marinir Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat dan Raid Malam di SGS 2026

BACA JUGA : TNI dan Pasukan AS Matangkan Penembakan Target Drone di SGS 2026

Selain kemampuan taktis, komunikasi dan koordinasi antarprajurit menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan setiap tahapan latihan. Kecepatan menyampaikan informasi dan mengambil keputusan di lapangan menjadi kemampuan yang terus diasah selama simulasi berlangsung.

Latihan Force on Force juga memberikan kesempatan bagi pasukan dari berbagai negara untuk menguji kemampuan bekerja secara terpadu dalam satu skenario operasi. Perbedaan prosedur dan karakteristik satuan menjadi bagian dari proses untuk membangun pemahaman serta meningkatkan kerja sama di lapangan.

Melalui latihan ini, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur, tetapi juga mampu menjaga komunikasi, membaca situasi dan mengambil keputusan secara tepat dalam kondisi yang dinamis.

Latgabma Super Garuda Shield 2026 menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan interoperabilitas militer antarnegara peserta, sekaligus membangun kerja sama yang semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....