Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika Hadiri Latgab SGS
- 08 Sep 2026 11:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Land Joint Strike SGS 2026 Perkuat Interoperabilitas Pasukan Multinasional
- Teknologi Militer Modern Diuji dalam Land Joint Strike SGS 2026
- Astros hingga HIMARS, Sinergi Alutsista Diuji di SGS 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Dentuman dan pergerakan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) mewarnai latihan Land Joint Strike (LJS) dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin 7 September 2026.
Latihan serangan gabungan darat tersebut dihadiri langsung Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, selaku Direktur Latihan (Dirlat) Latgabma SGS 2026.
LJS menjadi salah satu latihan puncak SGS 2026 yang dirancang untuk menguji kemampuan pasukan dalam mengintegrasikan kekuatan darat dengan dukungan berbagai unsur tempur secara terpadu.
Dalam pelaksanaannya, latihan memanfaatkan teknologi militer modern, termasuk sistem komunikasi dan rantai komando yang sistematis. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung koordinasi pergerakan dan serangan di berbagai medan tempur secara real time.
TNI mengerahkan sejumlah alutsista dalam latihan ini, di antaranya sistem roket Astros, MLS Vampire, pesawat tempur F-16, serta helikopter serang AH-64E Apache. Sementara itu, Amerika Serikat turut mengerahkan sistem roket HIMARS dan helikopter serang AH-64E Apache.
Kehadiran berbagai alutsista tersebut memperlihatkan bagaimana kemampuan tempur dari masing-masing negara peserta dapat dipadukan dalam satu skenario operasi bersama.
Sebanyak 4.743 personel terlibat dalam latihan Land Joint Strike. Mereka dituntut mampu menjalankan koordinasi, komunikasi, serta prosedur operasi secara terpadu untuk mencapai sasaran latihan.
Selain menguji kesiapan tempur, LJS juga menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas antarangkatan bersenjata negara peserta. Kemampuan tersebut penting agar pasukan dari berbagai negara dapat bekerja secara efektif ketika menjalankan operasi bersama.
Latihan SGS 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitra, khususnya dalam membangun kerja sama dan kepercayaan di kawasan Indo-Pasifik.
Melalui latihan bersama seperti Land Joint Strike, para prajurit tidak hanya menguji kemampuan dan kesiapan menghadapi situasi medan tempur, tetapi juga membangun pemahaman serta sinergi yang menjadi fondasi penting bagi kerja sama pertahanan antarnegara.
Latgabma SGS 2026 dengan demikian tidak sekadar menjadi ajang latihan militer, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan strategis dan interoperabilitas negara-negara peserta di kawasan Indo-Pasifik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....