Gempa Flores, Pemerintah Pastikan Keselamatan Wisatawan Labuan Bajo

  • 16 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores atyau BPOLBF memastikan keselamatan wisatawan setelah gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Pemerintah melakukan evakuasi wisatawan, pemantauan fasilitas pariwisata, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi destinasi wisata tetap terkendali pascagempa, kata Kementerian Pariwisata melalui keterangan tertulis.

Gempa tersebut berpusat pada kedalaman 15 kilometer dan berjarak sekitar 30 kilometer dari Mbay, Nagekeo, serta diikuti sejumlah gempa susulan yang dirasakan hingga Labuan Bajo dan sekitarnya. Gempa susulan tercatat berkekuatan Magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, Magnitudo 4,5 pada pukul 06.22 WITA, dan Magnitudo 5,6 pada pukul 06.37 WITA.

Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian sementara pelayaran telah dipulangkan dengan selamat ke Labuan Bajo setelah pelayaran kembali dibuka berdasarkan maklumat resmi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan wisatawan di kawasan destinasi pariwisata super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima.

Kementerian Pariwisata juga menyebut seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo sempat dievakuasi menuju sejumlah titik aman di luar bangunan, antara lain kawasan Natas Parapuar dan Lapangan Rumah Sakit Umum Daerah Komodo. Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi dari Meurorah Hotel menuju Puncak Waringin telah kembali ke akomodasi masing-masing setelah kondisi dinilai aman.

“Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama,” kata Kementerian Pariwisata dalam keterangan resminya, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kementerian Pariwisata juga mengimbau wisatawan dan pelaku usaha pariwisata tetap tenang serta mengikuti informasi dari instansi berwenang.

Aktivitas penerbangan di Bandara Komodo tetap berlangsung dengan pembatasan setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan teknis, sedangkan aktivitas pelayaran laut dibuka kembali secara bertahap. Pemerintah juga menghentikan seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat yang meliputi misa, konser, dan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengutamakan prosedur keselamatan.

Dari hasil pemantauan sementara hingga pukul 13.45 WITA, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menemukan kerusakan pada sejumlah fasilitas pariwisata. Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan, sementara seluruh tamu dan karyawan telah dipastikan aman dan direlokasi ke hotel terdekat yang dinilai aman.

Di Kabupaten Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah dan masih dalam proses koordinasi serta pemeriksaan lanjutan. Sementara Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dalam kondisi aman dengan sejumlah retakan ringan, sedangkan jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi telah kembali beroperasi.

Kerusakan ringan juga dilaporkan di Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat, sementara tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk. Pemantauan terhadap fasilitas pendukung destinasi wisata terus dilakukan untuk mengetahui kondisi secara lebih menyeluruh.

Gempa Flores juga berdampak terhadap aksesibilitas dan fasilitas umum di sejumlah wilayah. Tanah longsor dan tiang listrik roboh dilaporkan terjadi pada jalur Lintas Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, serta Ende–Moni, sementara Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan fisik.

Sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan sedang, antara lain Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, serta fasilitas rawat jalan dan unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng. Pendataan sementara mencatat empat orang meninggal dunia, masing-masing satu orang di Terang, Manggarai Barat, dua orang di Reo, Manggarai, dan satu orang di Maumere, Sikka, serta dua orang mengalami luka-luka di Maumere.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah mencabut peringatan dini tsunami pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA. Meski demikian, masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada karena potensi gempa susulan masih dapat terjadi dalam 24 jam setelah gempa utama.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores terus mengaktifkan posko koordinasi dan melakukan pemantauan bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta pemerintah daerah. Kementerian Pariwisata menyatakan data mengenai dampak gempa dan kondisi sektor pariwisata masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan laporan resmi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....